Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Senin, 17 Desember 2012

Jokowi: Saya Manusia Biasa

Jokowi: Saya Manusia Biasa
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat akan melakukan pertemuan dengan lurah, camat, wali kota, dan bupati se-DKI Jakarta di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2012). Gubernur mengumpulkan lurah, camat, wali kota, dan bupati seluruh Jakarta untuk menjelaskan fungsi para pejabat pemprov tersebut bagi masyarakat dan cara-cara melayani warga.

Ada yang berbeda dengan gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, terutama apabila ia ditugaskan untuk memberikan sambutan dalam sebuah acara. Tak ada kesan formal dan tegang saat ia memberikan sambutan.

Dalam beberapa kali kesempatan, pria yang akrab disapa Jokowi itu memberikan sambutan sekaligus cerita-cerita uniknya yang berkaitan dengan acara yang saat itu ia hadiri. Salah satu contohnya seperti yang terjadi hari ini saat ia menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara bulanan Kantor Pajak Wajib Pajak Besar Setu yang mengambil tema 'Karakter Jujur, Inovatif, Tanggap, Unggul (JITU)'.

Dalam sambutannya, ia mengimbau agar para pengunjung yang sebagian besar adalah pegawai pajak agar dapat membuat inovasi dan mendobrak kebiasaan lama. Seperti contohnya mengubah tradisi pembuatan tagline pajak yang panjang menjadi singkat dan padat dan mengubah spanduk informasi menjadi tidak ada foto sang ketua.

Jokowi menceritakan segala sesuatu memang harus ada inovasi dan proses pembelajaran. Salah satu pengalaman yang selalu ia kenang adalah saat ia masuk ke pemerintahan dan nekat menjabat sebagai Wali Kota Solo.

"Problemnya ada di lapangan, tujuh tahun lalu, saya 23 tahun di dunia usaha. Setelah ada kecelakaan, kok malah saya jadi wali kota. Ha.. ha.. ha.., saya juga belum belajar apa-apa soal pemerintahan," kata Jokowi di Kantor Pajak, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Pertama kali menjadi Wali Kota Solo, Jokowi langsung bertindak sebagai inspektur upacara dan itu merupakan upacara yang pertama kali ia ikutinya. Ia mengaku langsung keringat dingin.

"Saya manusia biasa, saya langsung keringat dingin. 30 Tahun sudah tidak pernah upacara," selorohnya seraya tertawa.

Saat itu, kata Jokowi, dia langsung berpikir untuk menggagahkan badannya. Sebab saat itu ia bertindak sebagai inspektur upacara, terutama saat menerima laporan dari pemimpin upacara.

"Pikiran saya kan gampang. Saya pakai lengan pendek. Saya kurus sekali pas itu hanya 54 Kg. Saya gagah-gagahkan saja, terus saya masuk lapangan. Pas dapat laporan, saya bilang 'laksanakan!' Dalam hati, saya bilang 'selamat saya'," ujarnya mengundang gelak tawa para pengunjung.

Saat seluruh peserta upacara diberikan instruksi untuk hormat kepada instruktur upacara (Jokowi), Jokowi justru tidak menurunkan tangannya dan masih dalan keadaan hormat.

"Semuanya hormat, ya saya hormat. Lama-lama saya bingung kenapa semua belum turunin tangan. Oh, ternyata saya harus turunkan tangan duluan," kata Jokowi.

"Waa.. Kejadian itu langsung jadi headline besoknya. Ya, intinya masih banyak hal yang perlu kita pelajari," kata Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi mengajak untuk memperbaharui dan mengganti segala sesuatu yang hal yang masih bersifat monoton dan harus berani keluar dari kebiasaan yang ada, namun masih dalam batasan yang ada.

"Masa sih kita masih seperti ini, masih monoton dan tidak berani keluar dari frame, pakem. Kenapa kita enggak berani? Saya selalu mengajak siapapun berani keluar pakem, tapi tetap dengan batas-batasan," ujarnya.

Sumber : kompas.com