Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 20 Desember 2012

Jokowi: Coretan di tembok, kita jangan kalah dengan anak-anak

Jokowi: Coretan di tembok, kita jangan kalah dengan anak-anak
jokowi di pasar inpres senen. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyoroti persoalan kebersihan yang ada di wilayah Jakarta Pusat. Salah satunya adalah soal maraknya coretan di tembok-tembok.

"Masalah corat coret tembok-tembok. Ya kuat-kuatan lah. Yang coret sama yang ngecat kuat mana? Kalian kan punya anggaran, yang coret anak-anak," kata Jokowi dihadapan wali kota Jakarta Pusat, Sudin, Camat dan Lurah di Ruang Pola, kantor wali kota Jakarta Pusat, Rabu (19/12).

Jokowi lantas mengungkit soal anggaran kebersihan yang dimiliki Pemkot Jakarta Pusat. Menurutnya, coretan yang ada di tembok-tembok di tempat umum tak seharusnya dibiarkan begitu saja.

"Yang anggarannya banyak kok kalah? Anggaran bermiliar-miliar masa kalah dengan yang Rp 100-an ribu," katanya.

Mantan wali kota Solo ini mengaku selalu membawa kamera kemana pun ia pergi. "Jangan sampai ada masalah, lalu saya foto, malah yang punya wilayah belum melakukan apa-apa. Saya sekarang kemana-mana bawa foto loh. Nanti pas rapat pertemuan seperti ini, saya tunjukkan," kata Jokowi.

Jika perintahnya tidak diindahkan, Jokowi mengaku tak segan-segan untuk menandai pejabat di wilayah terkait.

"Kita mampu kok. Optimis, yakin kita bisa lakukan ini. Jangan Singapura saja yang bersih, kita bisa melakukan itu. Kita mampu kok, yakin kita bisa lakukan itu," tandasnya.

Sumber : merdeka.com