Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Minggu, 16 Desember 2012

Jokowi jelaskan KJS dan KJP saat Rakorda DPD PDIP

Jokowi jelaskan KJS dan KJP saat Rakorda DPD PDIP
Jokowi bagikan kartu pintar.

Gubernur DKI Jakarta Jokowi menghadiri Rapat Koordinator Daerah (Rakorda) DPD PDIP untuk menjelaskan program-programnya kepada seluruh jajaran kader PDIP yang duduk di legislatif. Jokowi akan menjelaskan terkait kartu Jakarta sehat (KJS) dan kartu Jakarta pintar (KJP).

"Tadi menyampaikan menyangkut cerita kartu Jakarta sehat, kartu Jakarta pintar mengenai ke depannya seperti apa. Biar tahu saja," kata Jokowi usai mengikuti Rakorda di DPD PDIP di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (16/12).

Mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan program ke para legislatif yang langsung berhubungan dengan masyarakat. "Kita yang menyampaikan program ini menginformasikan tokoh di masyarakat,"katanya.

Sementara itu di kesempatan yang sama Ketua Panitia Rakorda DPD PDIP DKI Jakarta Ricardo mengatakan acara ini menyangkut persiapan Pemilu 2014. Pada Rakorda ini meliputi bidang Politik, Organisasi, Hubungan antar lembaga Keanggotaan dan Kader (PORA).

"Rakor masing-masing di tiap bidang yang ada di DPD PDIP, kebetulan kita hari ini rakor gabungan bidang Politik, Organisasi, Hubungan antar lembaga Keanggotaan dan Kader (PORA) ini semua arahnya menyangkut ke legislatif dan pemiliu 2014," kata Ricardo.

Menurutnya, PORA ini menyangkut di lembaga ini karena PORA mempunyai pemuda pelajar dan pemilih-pemilih yang kedepannya berpotensi banyak. Begitu juga politik menjadi sinergi empat bidang ini lebih baik untuk 2014.

"Target pemilu 2014 adalah 30 persen. Kehadiran Jokowi karena gubernur kita kader PDIP, kedua untuk memberikan support pada kawan-kawan bagaimana kedepannya bisa searah untuk menyambung kegiatan-kegiatan gubernur," jelasnya.

Dia berharap, Jokowi tidak sampai salah persepsi, sehinga kedatangan Jokowi adalah memberikan dukungan bukan untuk hal-hal lain.

"Jangan salah artikan. Jadi bukan berarti gubernur orang PDIP tapi Gubernur orang PDIP. Rakor ini untuk Badan Pemenangan Pemilunya (Bapillu), sehingga jika Bapilunya kuat maka kita kedepannya untuk sosialisasi ke bawah lebih bagus,"jelasnya.

Menurutnya Pilgub DKI menjadi barometer dan menjadi sinergi untuk PDIP agar kedepannya lebih maju. Sebab, minat dari akar bawah cukup banyak.

"Dulu kita mau nyaleg didorong-dorong, sekarang belum turun sudah banyak yang berminat artinya sudah banyak kedepannya (PDIP) dari segi kuota bertambah, dari kegiatan bisa sinergi dengan pemprov," terangnya.

Magnet Jokowi menjadi salah satu faktor, sehingga pemanfaatannya dari kinerja pemprov. Sedangkan, Ketua DPD DKI Jakarta Boy Sadikin mengatakan dalam Rakorda menyampaikan presentasi program-program partai. Sehingga, nantinya tugas dari setiap bidang langsung turun ke akar rumput.

"Sekarang tugas dari bidang lain turun. Target kita di atas dari yang sekarang dari Bapilu kita tidak sesumbar," jelasnya.

Adapun sasaran utama dari Rakorda ini untuk semua basis akan dijadikan sebagai masukkan. Sehingga berkumpul dengan pengurus partai.

"Kita program yang pro rakyat, contoh rumah kumuh, Kartu Jakarta Sehat, Kartu Jakarta Pintar. sekarang tinggal pengawasan," tandasnya.

Sumber: merdeka.com