Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 05 Juni 2014

JK Kenang Tiga Fase Penting yang Dijalaninya di Aceh


Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berdoa di pemakaman massal korban tsunami Aceh, Kamis (5/6/2014).

Di hadapan massa yang memadati acara kampanye dialogis di Kecamatan Tijue, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Kamis (5/6/2014), Calon Wakil Presiden Jusuf Kala kembali mengenang masa-masa penting saat dia menangani Aceh.

"Saya ada di tiga fase penting perjalanan Aceh dalam sejarahnya," kata Jusuf Kalla.

Tiga fase penting itu adalah, fase saat Aceh masih dalam konflik dengan Pemerintah, fase kedua saat Aceh berada dalam bencana gempa dan tsunami, serta fase ketiga saat Aceh berjuang mencapai perdamaian untuk masa depan yang lebih baik.

"Kini kondisi Aceh sudah jauh lebih baik, tapi itu semua belum cukup, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah untuk terus menyejahterakan rakyatnya, dan untuk itu pasangan Jokowi-Jusuf Kala harus mengambil amanah itu, dan kemudian menjalankannya," kata Jusuf Kalla.

Dalam bagian pidato politiknyanya, Jusuf Kalla memohon dukungan untuk pemenangannya di ajang pilpres.

Jusuf Kalla juga mengingatkan, banyak perjuangan masyarakat Aceh yang menggetarkan dunia untuk Indonesia dimulai dari Kabupaten Pidie. "Jadi saya harap nanti juga akan ada hal yang menggetarkan pasangan Presiden dan Wakil Presdien Joko Widodo dan Jusuf Kalla dari Kabupaten Pidie," ungkap Kala disambut tawa dan tepuk tangan massa.

Mengingat masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk rakyat terutama masyarakat Aceh, Jusuf Kalla mengatakan akan ada banyak hal yang harus dilakukan Pemerintah.

"Kebutuhan rakyat terus meningkat, ingin listrik lebih baik, ingin jalan lebih baik, ingin pendapatan lebih baik. Dan ini menjadi tugas Presiden mendatang, dan saya datang memberikan janji dan harapan ini, Insha Allah saya dan Pak Jokowi akan pegang amanah," kata Jusuf Kalla menutup orasinya.

Sumber: kompas.com

Selasa, 03 Juni 2014

Ini Jawaban Jokowi Atas Semua Fitnah

jw38

Terkait gencarnya fitnah jahat yang melayang ke figur Joko Widodo (Jokowi) selaku Calon Presiden, Jumat (23/5/2014) siang ini beredar broadcast message yang disinyalir merupakan Jawaban Jokowi atas berbagai tuduhan berbau fitnah terhadap dirinya.

Dalam pesan berantai tersebut yang dibawahnya tercantum nama Jokowi , dijawab berbagai tudingan termasuk soal agama dan hal lainnya yang selama ini beredar di ruang-ruang publik. Berikut jawaban Jokowi tersebut :

JOKOWI MELAWAN FITNAH :
———————-

Ir. H. JOKO WIDODO menjawab apa yg selalu dituduhkan oleh orang² pasukan nasi bungkus yg berisi fitnah bohong & rekayasa pembusukan :

1• Jokowi antek Zionis, Jokowi antek Amerika, Jokowi antek China, Jokowi antek mafia.

•Jawabanku :
"Jokowi ANTEK Pancasila dan ANTEK Rakyat."

2• Jokowi China, Jokowi Kristen  Jokowi KAFIR, Jokowi anti Islam

•Jawabanku :
"Semua orang boleh ragu dengan agamaku tapi saya TIDAK RAGU dengan IMAN & IMAMKU dan saya tidak pernah ragu dengan ISLAM AGAMAKU"

1. Saya bukan bagian dari kelompok yg mengaku Islam yg punya tujuan mewujudkan Negara Islam.

2. Saya bukan bagian dari yg mengaku lslam tapi suka menebar teror dan kebencian.

3. Saya bukan bagian dari kelompok Islam yg sesuka hatinya mengKAFIRkan saudaranya sendiri.

4. Saya bukan bagian dari segelintir Islam yg menutupi rampokan hartanya, menutupi pedang berlumuran darah dengan gamis dan sorban.

5. Saya bukan bagian dari Islam yg membawa Ayat² Tuhan untuk menipu rakyat.

6. Saya bukan bagian dari Islam yg membawa azas partainya untuk korupsi dan hidup bermewah².

7. Saya bukan bagian dari Islam yg menciptakan perang bagi sesama Islam.

8. Saya bukan bagian dari Islam yg menindas agama lain.

9. Saya bukan bagian dari Islam yg arogan dan menghunus pedang ditangan dan dimulut.

10. Saya bukan bagian dr Islam yg suka menjejerkan fustun²nya.

Saya Jokowi bagian dari Islam yg RAHMATAN LIL ALAMIN, yg hidup berketurunan dan berkarya di Negara RI yg memegang teguh PANCASILA, UUD-45.
Bhinneka Tunggal Ika adalah Rahmat dari Tuhan.

Ir. H. Joko Widodo

Sumber: http://presiden-indonesia.com/ini-jawaban-jokowi-atas-semua-fitnah/

Senin, 02 Juni 2014

Kubu Jokowi-JK Targetkan 65 Persen Suara di Jatim

Kubu Jokowi-JK Targetkan 65 Persen Suara di Jatim

Capres dari PDIP Joko Widodo melambaikan tangan kepada sejumlah pekerja yang melihat kadatangannya dari atap di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, (2/6). Kehadiran Jokowi di jalan Malioboro disambut hangat oleh warga. TEMPO/Suryo Wibowo.

Relawan Nusantara Kemenangan Jokowi-Jusuf Kalla Jawa Timur resmi dideklarasikan di Surabaya, Senin, 2 Juni 2014. "Kemenangan Jokowi-JK di Jawa Timur ditargetkan 65 persen dari semua pemilih Jawa Timur," kata Ketua Relawan Nusantara Kemenangan Jokowi-JK, Lukman Ladjoni, seusai deklarasi di kantor Partai Nasional Demokrat Jawa Timur, Surabaya, Senin, 2 Juni 2014.

Relawan Nusantara ini beranggotakan semua unsur masyarakat. Di antaranya Garda Pemuda NasDem, mahasiswa, dan Dewan Pengurus Daerah NasDem Jawa Timur. Dalam hitungan hampir satu bulan ke depan, Relawan Nusantara akan melakukan aksi untuk menggaet massa lebih banyak di seluruh basis di Jawa Timur.

Ketua Koordinator Wilayah NasDem Jawa Timur Effendy Choirie optimistis Jokowi-JK bisa meraih kemenangan 60 persen di Jawa Timur. Hal ini tidak terlepas dari dukungan kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Berdasarkan hasil survei, kata pria yang akrab disapa Gus Choi ini, 70 persen dari 26 juta warga NU mendukung Jokowi-JK.

Belum lagi pemilih partai pendukung Jokowi-JK. Merujuk pada pemilu legislatif April 2014 lalu, pemilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa di Jawa Timur bisa mencapai 3,5 juta. Sedangkan NasDem Jawa Timur memiliki pemilih 1,6-2 juta. "Itu hasil sumbangan dari koalisi (pemilu legislatif) kemarin," kata mantan politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Gus Choi juga mengatakan beberapa kiai NU mendukung Jokowi-JK, baik secara terbuka maupun tidak. Ia mencontohkan Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, milik Hasyim Muzadi; Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang diasuh Salahuddin Wahid; dan Pondok Pesantren Zainul Hassan, Genggong, Probolinggo, milik Mutawakkil Alallah.

Ia juga membantah jika dikatakan kalangan Islam lebih banyak mendukung calon presiden lawan, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. "Islam di sana yang banyak adalah simbolis. Banyak kiai-kiai ke Jokowi."

Menurut dia, Rois Am Syuriah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Musthafa Bisri, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin pro-Jokowi. Meski Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Agil Siradj dan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang juga pendiri Partai Amanat Nasional, Amien Rais memilih mendukung Prabowo-Hatta.

Sumber: tempo.co