Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 30 Mei 2013

Ada Pro dan Kontra, Jokowi Anggap Dinamika

Sebanyak 200 orang datang ke Balaikota, Jakarta, Kamis (30/5/2013) siang. Mereka datang untuk menyatakan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak merasa khawatir menanggapi aksi penolakan maupun dukungan terhadap program Kartu Jakarta Sehat (KJS). Jokowi menganggap hal itu sebagai suatu dinamika.

"Ya, ini namanya dinamika masyarakat kan," ujar Jokowi saat bertemu dengan pendukung KJS di depan Balaikota, Kamis (30/5/2013) sore.

Mantan Wali Kota Surakarta itu menilai bahwa program KJS sangat bermanfaat bagi warga miskin. Oleh sebab itu, ia akan mempertahankan program KJS tersebut, meski ditentang oleh sejumlah pihak.

"Ada sebagian masyarakat yang khawatir kalau KJS itu dihilangin. Khawatir karena mereka sudah menikmati KJS. Mungkin itu saja," katanya.

Hari ini ada dua demonstrasi yang digelar di gedung Balaikota Jakarta. Aksi pertama dilakukan oleh sekitar 500 orang penolak KJS. Setelah aksi selesai, sekitar 200 orang kembali datang ke Balaikota. Mereka adalah para pendukung KJS.

Pengamanan kedua aksi itu pun tampak berbeda. Aksi menolak KJS hanya diperbolehkan berlangsung di luar gerbang Balaikota Jakarta, sementara pendukung program KJS diperbolehkan masuk gedung hingga duduk-duduk di selasar kantor Jokowi.

Menjelang petang, Jokowi keluar bertemu para pendukung programnya. Tepuk tangan meriah menyambut saat Jokowi keluar pintu. Jokowi sempat berdiskusi dengan perwakilan warga untuk menyerap pernyataan mereka. Beberapa peserta aksi ada yang meminta tanda tangan Jokowi pada bendera organisasi yang dibawa.

Sumber: kompas.com

Bas untuk Jokowi yang Disita KPK Seharga 90 Dollar AS

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi, di Balaikota Jakarta, Jumat (3/5/2013), memamerkan bas hadiah dari Robert Trujillo, pemain bas Metallica, band heavy metal dari AS.

Bas bertanda tangan personel band Metallica yang diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dibeli dengan harga 90 dollar AS atau hampir Rp 900.000.

Jonathan Liu, promotor yang memberikan bas itu kepada Jokowi, mengatakan bahwa bas bermerek Ibanez warna merah hati tersebut adalah milik rekannya bernama Shenkar. Gitar itu dibelinya lima tahun lalu. Shenkar merupakan rekan bermain musik Robert Trujillo, bassist band Metallica.

"Bas itu harganya hanya 90 dollar AS. Gimana bisa itu dikatakan gratifikasi?" ujar Jonathan kepada Kompas.com, Kamis (30/5/2013).

Jonathan menyebutkan, pemberian bas yang telah ditandatangani oleh Trujillo itu semata-mata karena Jonathan adalah penggemar berat Jokowi. Semula ia tak ingin memberikan langsung bas itu. Namun, karena tiga orang dekat Jokowi tak berani memberikan bas itu, akhirnya ia sendiri yang memberikan bas tersebut kepada Jokowi.

"Saya cuma minta tiga buku yang ditandatangani Jokowi, satu buat saya, satu buat Shenkar, dan satu buat Robert. Besoknya itu langsung dikasih. Jika itu gratifikasi, saya kembalikan," ujarnya.

Jonathan mengkritik keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi yang mengatakan bahwa Jonathan adalah promotor kedatangan Metallica ke Indonesia. Jonathan mengatakan, seharusnya KPK mengecek terlebih dahulu ke Amerika Serikat tentang siapa agen lokal dan pihak mana yang mendatangkan Metallica ke Indonesia.

Jonathan mengaku telah berkirim surat kepada KPK untuk mengembalikan bas tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Jonathan belum menerima balasan dari lembaga antikorupsi tersebut. Ia akan tetap menunggu balasan hingga mendapat penjelasan langsung dari KPK.

Jokowi mendapatkan cendera mata berupa sebuah bas merek Ibanez bertanda tangan Robert Trujillo, yang diberikan oleh Jonathan kepada Jokowi. Pemberian bas tersebut diumumkan Jokowi pada 3 Mei 2013.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiyono menyebutkan, pemberian bas tersebut mengandung unsur kepentingan yang sarat dengan praktik gratifikasi. Tulisan "Giving back" di bas diartikan oleh KPK sebagai harapan balas jasa dari Gubernur DKI. KPK menyita bas tersebut dan mengembalikan foto Trujillo bersama bas itu kepada Jokowi.

Sumber: kompas.com

Jokowi Tak Keberatan Tanggung Biaya Renovasi Rusun Hibah

Pengendara melintas di depan pelataran Rumah susun Jalan Komaruddin, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (28/5/2013). Selain dipenuhi tumbuhan liar, banyak bagian rumah susun yang belum dihuni itu hilang dan rusak. Di lokasi tersebut terdapat sedikitnya 6 menara rumah susun.

Gubernur DKI Joko Widodo tidak keberatan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggung biaya renovasi 14 rumah susun yang dihibahkan oleh pemerintah pusat. Menurut dia, hal itu sudah merupakan tugas Pemprov DKI setelah menerima rusun tersebut.

"Keberatan gimana, ya kita perbaiki, kok malah keberatan. Enggak ada masalah kok," ujar Jokowi seusai menghadiri acara Water Harvesting Seminar di Hotel Borobudur, Kamis (30/5/2013) pagi.

Meski terkesan terlambat dihibahkan, rusun itu diharapkan dapat menjadi aset penting bagi Pemprov DKI. Jokowi mengatakan, saat ini Pemprov DKI berupaya memanfaatkan fasilitas publik itu demi kepentingan masyarakat. "Yang penting, aset negara bisa bermanfaat, bisa produktif. Bagaimana rusun itu diperbaiki, dimanfaatkan, dan produktif," ujar Jokowi.

Pemprov DKI telah menerima hibah 14 rumah susun dari Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Pekerjaan Umum. Perbaikan rusun ditargetkan rampung pada September 2013. Rusun yang dihibahkan itu masing-masing 2 rusun di Marunda, Jakarta Utara; 4 rusun di Penggilingan Pinus Elok, Jakarta Timur; 6 rusun di Jalan Komarudin, Cakung, Jakarta Timur; dan 2 rusun di Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

Rusun tersebut dalam kondisi kurang terawat dan tak kunjung digunakan. Akibatnya, instalasi listrik di rumah susun tersebut rusak, bahkan dicuri.

Sumber: kompas.com

KPK Salah Kaprah soal "Giving Back!" di Bas Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, menunjukkan foto pemain bas Metallica, Robert Trujillo, yang tengah memegang bas yang diberikannya kepada Jokowi. Foto dan bas dari Trujillo itu ditunjukkan kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Jumat (3/5/2013). Jokowi mendapatkan foto dan bas itu dari Jonathan Liu, promotor musik yang akan mengundang Metallica untuk tampil di Jakarta.

Jonathan Liu, pria yang memberikan bas bertanda tangan Robert Trujillo, bassist band Metallica, kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku kecewa terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Jonathan, KPK salah mengartikan kata yang tertera di badan bas merek Ibanez itu.

Kepada Kompas.com, Kamis (30/5/2013) siang, Jonathan mengatakan bahwa kalimat "Giving back! To Jokowi Keep Playin that Cool Funky Bass" di dekat tanda tangan Trujillo adalah tulisan dari Shenkar, pemilik asli bas tersebut. Kata-kata itu bermakna apa yang diterima oleh manusia harus dikembalikan lagi kepada pihak yang membutuhkan, contohnya rakyat miskin.

"Manusia yang mampu harus memberi kembali ke masyarakat. Itu pesan juga buat Jokowi bahwa dia harus memberi ke rakyatnya juga," ujarnya.

Kata-kata "Giving back", ujar Jonathan, bukan berarti dirinya, Shenkar, atau bahkan Trujillo mengharapkan Jokowi membalas jasa terhadap pemberian bas berwarna merah hati itu. Jonathan, yang pernah menjadi warga negara Indonesia dan sudah 35 tahun menjadi warga negara Amerika Serikat, tersebut mengatakan bahwa kalimat itu juga merupakan slogan salah satu gerakan sosial kemanusiaan yang tengah dikerjakannya bersama puluhan aktor di AS.

"Saya dan Shenkar itu punya proyek sosial. Ada amal sedekah kepada yang membutuhkan. Semisal, anak kecil yang dijadikan pekerja seks komersial di beberapa negara, arah kita ke sana," ujarnya.

Meski setuju dengan pernyataan KPK bahwa pejabat tidak boleh menerima barang, Jonathan menyayangkan sikap KPK yang menyita bas tersebut dan menetapkannya sebagai milik negara. "Jokowi juga benar jika ada barang diserahkan dulu, tapi proporsional-lah. Itu kan hanya cendera mata," katanya.

Jonathan mengaku telah berkirim surat kepada KPK untuk mengembalikan bas tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, Jonathan belum menerima balasan dari lembaga antikorupsi tersebut. Ia akan tetap menunggu balasan hingga mendapat penjelasan langsung dari KPK.

Jokowi mendapatkan sebuah bas merek Ibanez bertanda tangan Robert Trujillo, yang diberikan oleh Jonathan kepada Jokowi di Balaikota Jakarta. Pemberian bas tersebut diumumkan Jokowi pada 3 Mei 2013. Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiyono menyebutkan, pemberian bas tersebut mengandung unsur kepentingan yang sarat dengan praktik gratifikasi. Tulisan "Giving back" di bas diartikan oleh KPK sebagai harapan balas jasa dari Gubernur DKI. KPK menyita bas tersebut dan mengembalikan foto Trujillo bersama bas itu kepada Jokowi.

Sumber: kompas.com

"Bassist" Metallica Kecewa Bas untuk Jokowi Dianggap Gratifikasi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) menunjukkan bas pemberian basis Metallica Robert Trujillo di Balaikota Jakarta, Jumat (3/5/2013). Jokowi mendapatkan foto dan bas itu dari promotor Metallica.

Penyitaan bas milik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi membuat kecewa Robert Trujillo, bassist band Metallica yang menandatangani bas tersebut. Hal itu dikatakan Jonathan Liu, warga negara Amerika Serikat, yang memberikan bas tersebut kepada Jokowi.

"Shenkar dan Robert mengaku kecewa. Mereka tidak setuju bas itu diambil negara karena bas itu bukan gratifikasi," ujar Jonathan kepada Kompas.com, Kamis (30/5/2013).

Perlu diketahui, Shenkar adalah rekan Jonathan di AS. Ia kerap bermain musik bersama Robert Trujillo, bassist Metallica. Dari kedekatan Shenkar dan Robert, Jonathan, yang penggemar berat Jokowi, berinisiatif memberikan bas dengan tanda tangan asli Robert kepada sang Gubernur.

Jonathan mengungkapkan, personel Metallica memang kerap memberikan alat-alat musiknya, semisal gitar atau bas kepada para penggemar, terutama seusai menggelar sebuah konser musik. Jonathan pun mengakui pemberian alat musik itu murni merupakan hubungan antara sang idola dan orang yang mengidolakan, tidak lebih.

"Robert bilang, saya tidak perlu memberikan gratifikasi, saya sudah terkenal. Shenkar pun demikian. Dia itu sebenarnya lebih terkenal lagi, temannya Bono, Sting, dan Angelina Jolie," tuturnya.

Jonathan turut menyayangkan pemberitaan penyitaan bas oleh KPK tersebut sampai ke media massa di Amerika Serikat. Secara pribadi, Jonathan jadi merasa sungkan dengan Robert karena atas inisiatifnya meminta tanda tangan di bas berujung permasalahan hukum yang serius.

"Yang namanya cendera mata itu jangan terlalu diekspos berlebihan. Sebab, memang dia sering kasih bas, hubungannya idola dengan fans. Saya jadi tidak enak sama Robert karena sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini," sesalnya.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi mendapat sebuah bas merek Ibanez dari Robert Trujillo, bassist band Metallica. Pemberian bas tersebut diumumkan Jokowi tanggal 3 Mei 2013.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiyono menyebut pemberian bas tersebut mengandung unsur kepentingan yang sarat dengan praktik gratifikasi. Tulisan giving back di bas diartikan KPK mengharapkan balas jasa dari Gubernur. Oleh sebab itu, bas disita oleh negara.

Sumber: kompas.com

Saat Kecil, Basuki Terinspirasi Rhoma Irama

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama  CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo (paling kanan) beserta para pembicara seminar "Membangun Future Leaders Indonesia melalui Pendidikan" di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (30/5/2013). Masing-masing dari kana ke kiri pakar manajemen Rhenald Kasali, Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar Anies Baswedan, , dan penulis Iwan Setyawan.

Basuki Tjahaja Purnama mengaku, saat dia kecil, film-film Rhoma Irama banyak menginspirasinya. Ditambah dengan didikan orangtuanya yang berpikiran maju, Wakil Gubernur DKI Jakarta itu merasa menjadi sosok yang berbeda dari kebanyakan keturunan Tionghoa lainnya.


Basuki mengaku, saat kecil, ayahnya memiliki bioskop keliling. Film-film yang diputar kebanyakan film Rhoma Irama. "Itu orang kampung sampai ngantre nontonnya. Film itu (Rhoma Irama) sehari bisa diputar tiga kali. Itu tentu bisa memengaruhi kita, menjadi inspirasi," kata pria yang kecil tinggal di Belitung Timur tersebut.

Hal itu diungkapkannya saat dia menjadi narasumber talkshow Membangun Future Leader Indonesia Melalui Pendidikan Kompas Gramedia di Ruang Balai Agung Betawi, Hotel Santika Premier Jakarta, Jakarta Barat, Kamis (30/5/2013).

Film-film dakwah Rhoma Irama itu juga yang menjadikan dia berbeda dari kebanyakan anak lainnya. Terlebih lagi, saat dia disekolahkan di Jakarta, dia melepas segala fasilitas dari orangtuanya yang termasuk orang kaya di kampungnya.

"Saya harus terima kasih dengan haji Rhoma Irama sebab saya banyak dipengaruhi oleh film-film dakwah beliau. Aku melarat karena judi, tapi saya tidak pernah judi. Di kampung saya itu, apa pun dijudiin," ujar Basuki sambil tersenyum.

"Orang turunan Tionghoa di kampung saya ajaib juga. Orang meninggal, hitung hari, kan, ini nunggunya judi. Masak, pesta pora, judi. Anak-anak pun ikut judi kelereng, gambar-gambaran. Saya enggak bisa judi," tuturnya.

"Orang bilang saya burung yang ngantuk, malam tidur. Mengapa? Lagu Rhoma Irama lagi, begadang jangan begadang," ujar Basuki disambut tepuk tangan yang menyaksikan talkshow tersebut.

Selain terinspirasi dari film Rhoma Irama, Basuki juga menyebut peran orangtuanya sangat besar dalam memotivasinya untuk menjadi maju dan sukses. "Saya punya ibu dan bapak yang berpikir maju. Biasanya orang Tiongkok jaga toko karena hitung-hitungannya rugi (nyekolahin lama-lama)," ujar mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

"Sejak kecil, ibu saya suka beli emas. Ditanya buat apa, dia jawab mau buat anak-anak saya kuliah, satu kampung ketawa. Beli emas, anaknya masih piyek-piyek," ucap Basuki.

Namun, berkat orangtuanya pula, dia menjadi seperti sekarang ini. Pernah menjadi pengusaha, menjadi bupati, anggota DPR RI, hingga menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sumber: kompas.com

Rabu, 29 Mei 2013

Sutan: Apa Mau Bu Mega "Ngasih" Jokowi ke Demokrat?

Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana

Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menilai sosok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai kader yang taat kepada partainya, PDI Perjuangan. Oleh karena itu, menurutnya, tak mungkin jika Joko Widodo maju sebagai calon presiden melalui bursa konvensi Partai Demokrat.

"Jokowi (Joko Widodo) orang yang taat sama partainya. Coba dengar statement-nya selalu bilang 'Semua terserah Bu Mega (Ketua Umum PDI Perjuangan)'. Apa mau Bu Mega ngasih dia ke kami? Enggak mungkinlah," kata Sutan, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Ketua Komisi VII DPR ini menegaskan, Demokrat juga enggan melakukan lobi politik kepada Jokowi untuk ikut konvesi calon presiden. Menurutnya, melobi mantan Wali Kota Surakarta untuk maju sebagai capres melalui konvensi Demokrat merupakan hal yang sia-sia.

"Capek aku lobi yang enggak mungkin. Yang pasti-pasti saja, masih banyak yang lain," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, Demokrat membuka pintu untuk Jokowi. Ia menilai, selain memiliki elektabilitas tinggi, Jokowi juga memiliki penampilan yang mendukung untuk menjadi capres.

Sementara itu, di beberapa kesempatan, Jokowi selalu mengatakan tak ingin maju sebagai capres di 2014 karena ingin fokus membenahi Ibu Kota. Partai Demokrat memutuskan melakukan konvensi untuk menjaring kandidat calon presiden.

Saat ini, tim seleksi tengah dibentuk dan akan diumumkan pada Juni 2013. Baik calon internal maupun eksternal diperkenankan mendaftar sebagai kandidat capres. Partai Demokrat akan menetapkan kriteria tertentu untuk menjaring setidaknya 15 calon. Setelah itu, akan ada tahapan kampanye ke daerah-daerah dan dilanjutkan dengan survei.

Sumber: kompas.com

Guyonan Jokowi jika Maju Pilpres 2014


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

Gubernur DKI Joko Widodo melontarkan guyonannya saat ditanya kemungkinan terlibat di Pilpres 2014 mendatang. Jokowi mengaku telah mendapatkan pasangan yang tepat pada pemilihan presiden. Siapa dia?

"Paling enak, ya dipasangkan sama istri saya," ujar Jokowi sambil tertawa di gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2013) siang.

Mantan Wali Kota Surakarta ini mengaku pasrah atas hasil survei yang selalu menempatkannya pada urutan pertama calon presiden. Atas hasil tersebut pun, ia tak pernah memikirkannya. Ia mengaku lebih baik fokus pada sejumlah programnya.

Selama ini, Jokowi selalu mengaku melaksanakan kampanye beberapa kader PDI-P di beberapa daerah di Indonesia atas instruksi para petinggi partai. Lalu, apa jawaban Jokowi jika petinggi partainya menginstruksikan Jokowi untuk maju sebagai calon presiden RI pada Pemilu 2014?

"Jangan tanya saya dong, tanya kan ke beliau. Kalau saya tidak mikir. Mikir interpelasi sama impeachment saja saya bingung," lanjut Jokowi.

Sebelumnya, berdasarkan hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Pemilihan Presiden 2014, Joko Widodo lagi-lagi menempati urutan atas sebagai calon presiden. Ada 28,6 responden memilih Jokowi, Prabowo Subianto 15,6 persen, Aburizal Bakrie 7 persen, Megawati Soekarnoputri 5,4 persen, Jusuf Kalla 3,7 persen, Mahfud MD 2,4 persen, Hatta Rajasa 2,2 persen, dan 28 persen responden belum memiliki pilihan.

Sumber: kompas.com

Basuki Meletakkan Batu Pertama Gedung Betawi di Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sedang menandatangani peletakan batu pertama di Jakarta Box Tower, Rabu (29/5/2013). Jakarta Box tower ini rencananya akan selesai pada tahun 2015.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meletakkan batu pertama untuk pembangunan gedung beraksen Betawi pertama di Jakarta. Gedung tersebut didirikan oleh PT Mardhika Artha Upaya (MAU) untuk perkantoran Jakarta Box Tower.

"Bisa dikatakan ini gedung pertama yang menggunakan aksen bergaya Betawi," kata Basuki di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2013).

Basuki mengaku sangat berapresiasi terhadap pengembang yang mengikuti prosedur yang ditentukan oleh Gubernur DKI Jakarta dengan menambahkan aksen Betawi. Selain itu, gedung ini juga menanamkan konsep green building yang ramah lingkungan.

Basuki menambahkan, di gedung seluas 7.000 meter persegi tersebut juga akan dibangun lahan parkir yang menyediakan tempat parkir untuk sepeda. Dengan begitu, gedung ini bisa dikatakan menjadi gedung pertama yang memiliki konsep Betawi di area sekitar Monas.

Wahyu Dewanto, Direktur PT MAU, mengatakan, menurut rencana gedung tersebut akan selesai pada 2015. Gedung yang memiliki arsitektur seperti kotak yang ditumpuk-tumpuk ini juga akan menyediakan ornamen ondel-ondel di lobi perkantoran.

Selain itu, kata Wahyu, gedung Jakarta Box Tower juga menyediakan tempat resapan air berupa lubang-lubang di area taman. Ditambah lagi, akan ada penggunaan air yang dimaksimalkan dengan menggunakan limbah air kotor untuk menyiram tanaman.

Sumber: kompas.com

Basuki Gratiskan Biaya Pasang Alat Pengolahan Air



Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggratiskan pemasangan alat pengolahan air bersih untuk orang-orang yang tidak mampu. Pemasangan tersebut akan dilakukan oleh PT Cipta Karya di luar kewenangan PT Palyja.

"Nanti bisa dibangun beberapa sistem pengolahan air kerja sama dengan Cipta Karya, tapi itu di luar Palyja. Pemasangan alatnya digratiskan," kata Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan, rencana ini akan dilakukan di beberapa lokasi, salah satunya di Kapuk Kamal, Jakarta Barat, dan tempat-tempat nelayan.

Jika sebelumnya pemasangan alat dikenakan biaya sebesar Rp 1,8 juta, dengan kerja sama ini, warga yang tidak mampu tidak perlu membayar pemasangan alat.

Dengan digratiskannya pemasangan alat ini, warga tidak mampu yang biasanya membayar Rp 25.000-Rp 50.000 per kubik hanya perlu membayar Rp 10.000 setiap kubik airnya. Dengan begitu, warga bisa menghemat pengeluaran dalam membeli air bersih.

"Kalau beli di PAM kan hanya Rp 1.050 per kubik, tapi mereka enggak bisa pasang 1,8 juta kan, makanya kita gratiskan. Tapi, biaya per kubik dinaikkan," ungkap Basuki.

Pria yang akrab disapa Ahok ini mengungkapkan, pengolahan air bersih ini nantinya akan diserahkan kepada PT PAM Jaya dan bukan kepada PT Palyja lagi. Dengan begitu, warga bisa mendapatkan air bersih dengan harga yang lebih murah tanpa membayar biaya pemasangan alat pengolahan air.

Sumber: kompas.com

Jokowi: Punya KJS, Jangan Sedikit-sedikit ke RS

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama warga menunjukkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) dalam peluncuran kartu tersebut di Puskesmas Pasar Rebo, Jalan Raya Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (28/5/2013).

Dalam kunjungannya ke Puskemas Kecamatan Pasar Rebo, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengimbau kepada warga untuk menghindari penggunaan Kartu Jakarta Sehat (KJS) untuk pengobatan penyakit ringan.

"Jangan sedikit-sedikit langsung ke rumah sakit, masa ya kalau sakit panu saja langsung ke rumah sakit?" kata Jokowi seusai menyerahkan KJS secara langsung kepada 100 warga di pelataran Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (28/5/2013).

Pada kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan bahwa dengan menggunakan kartu tersebut, kini warga akan mendapat pelayanan kesehatan secara cuma-cuma. Jokowi juga menjelaskan tentang alur pelayanan KJS yang dilaksanakan secara berjenjang. Warga dianjurkan memeriksakan kesehatannya ke puskesmas terdekat. Jika harus dirujuk ke rumah sakit, puskesmas akan merujuk pasien ke rumah sakit pengikut program KJS.

"Kalau mendesak sakitnya, ya bisa langsung (ke RS), tapi setelah itu diurus rujukannya," kata Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Safarudin mengatakan, selain 8.900 lembar KJS yang dibagikan di Pasar Rebo pada hari ini, masih ada sekitar 21.000 lembar yang akan dibagikan di wilayah Jakarta Timur. Safarudin mengatakan, sebanyak 75 puskesmas di Jaktim, yang terdiri atas 10 puskesmas kecamatan dan 65 puskesmas kelurahan, siap melayani pemeriksaan kesehatan bagi pengguna KJS.

"Sekitar 95 persennya sudah berstandar ISO, sedangkan sisanya akan kita rampungkan tahun ini juga," ujarnya.

Selain di Pasar Rebo, peluncuran KJS yang dilakukan secara simbolis oleh Jokowi juga dilakukan di Koja, Jakarta Utara, dan Kalideres, Jakarta Barat. Total ada 1.733.991 lembar KJS yang dibagikan di Jakarta hari ini.

Sumber: kompas.com

Operasi Plastik Tak Bisa Pakai KJS

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama warga menunjukkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) dalam peluncuran kartu tersebut di Puskesmas Pasar Rebo, Jalan Raya Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (28/5/2013).

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan bahwa Kartu Jakarta Sehat (KJS) tidak bisa digunakan selain untuk indikasi medis.

Hal itu ditegaskan Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Jokowi ini saat membagikan KJS di Puskesmas Pasar Rebo, Jalan Raya Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (28/5/2013).

"Kalau operasi plastik itu, kan, untuk kosmetik, ya, enggak bisa, lah. KJS ini khusus untuk penyakit dengan indikasi medis saja," kata Jokowi kepada salah satu warga penerima KJS di Puskesmas Pasar Rebo, Selasa.

Jokowi membagikan sebanyak 1.733.991 Kartu Jakarta Sehat di lima wilayah di Jakarta untuk warga kurang mampu. "Hari ini kami bagikan sebanyak 1,7 juta KJS ke seluruh DKI," tutur Jokowi.

Sementara menurut Direktur Pelayanan PT Askes Wilayah Jakarta Timur Nurfansyah, sebanyak 610.000 KJS akan dibagikan di wilayah Jakarta Timur.

"Untuk di Jakarta Timur, 610.000 KJS, sementara di Puskesmas Pasar Rebo sebanyak 8,900. Hari ini dibagikan 100 KJS sebagai simbolis saja oleh Pak Jokowi," tutur Nurfansyah.

Selain membagikan KJS kepada warga Pasar Rebo, Jokowi juga memeragakan cara menggunakan KJS tersebut dengan memindai salah satu KJS di atas panggung.

Setelah itu, Jokowi juga mengadakan tanya jawab dengan warga yang masih bingung dalam menggunakan fasilitas KJS ini. Jokowi menjelaskan, sebelum ke rumah sakit, warga penerima KJS harus mendapatkan rujukan dari puskesmas terlebih dahulu.

Sumber: kompas.com

Komentar Jokowi untuk Rumah Sakit yang Hengkang dari KJS

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat berbincang dengan Kompascom, di Balaikota Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi mengkritik pihak rumah sakit yang ingin mundur dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS). Seharusnya, kata Jokowi, mereka melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terlebih dulu.

"Dikomunikasikanlah, dibicarakan. Ini enggak ada (komunikasi). Tahu-tahu ngabarin mundur. Saya ditelepon mau kok. Enggak usah dia yang datang, saya yang datang," kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Jokowi mengaku santai jika memang benar mereka memilih keluar dari program KJS. Ia mempersilakan untuk keluar. Hanya, kata dia, hasil pengecekannya, seluruh rumah sakit yang awalnya ingin keluar KJS telah berubah sikap.

"Santai aja, nanti (mereka) urus-urus izin gantian. Haha, begitu, enggak usah pikir terlalu rumit," kata Jokowi.

Ketika ditanya apa maksud pernyataan gantian tersebut, Jokowi menjawab, kesehatan merupakan hak rakyat. Namun, kata dia, hak tersebut malah diganggu.

"Kan ganggu-ganggu itu namanya. Mbok ngomonglah dengan kita. Diajak bicara tiap menit saja kita siap 24 jam, kita buka kok. Itu kan namanya tidak punya rasa sosial kemanusiaan. Wong dalam perang saja musuh sakit harus disembuhkan kok. Ini rakyat sendiri ditinggal. Yang benar saja," kata Jokowi.

Ketika disinggung rencana pengajuan hak interpelasi dari DPRD DKI Jakarta terkait KJS, Jokowi juga menanggapi santai. "Biasa saja. Paling ditanya kok, ya nanti dijelaskan. Malah senang kita bisa menjelaskan," pungkasnya.

Sumber: kompas.com

Selasa, 28 Mei 2013

Jokowi mau MRT dikerjakan tepat 1 tahun kepemimpinannya

Jokowi mau MRT dikerjakan tepat 1 tahun kepemimpinannya
mrt jepang. REUTERS

Pelaksanaan pembangunan proyek transportasi massal atau Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta telah diresmikan pada 2 Mei 2013 kemarin oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kapan akan dimulainya pembangunan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami menegaskan, pembangunan MRT paling lambat akhir tahun 2013.

"MRT dibangun Oktober genap 1 tahun Pak Jokowi memimpin Jakarta jika tak ada hambatan," kata Dono di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Menurut Dono, pihaknya akan lebih dahulu fokus pada pembangunan MRT tahap pertama. Yakni jalur Lebak Bulus hingga Bundaran HI.

"Ini terbagi menjadi 2 bagian dan beberapa paket. Dari Lebak Bulus-Bundaran Senayan akan dibangun melayang, sedangkan Bundaran Senayan sampai Bundaran HI akan dibangun underground atau bawah tanah," jelas Dono.

Dengan rincian stasiun, 7 di bagian atas dan 6 stasiun di bawah tanah. Sedangkan untuk total anggaran proyek pembangunan MRT ini, menurut Dono menghabiskan dana sebesar 139 miliar yen.

"Konstruksi sebelum akhir tahun ini dimulai, doakan saja," tegas Dono.

Sumber: merdeka.com

Jokowi: KJS Masalah Kecil, Jangan Dibesarkan dengan Interpelasi

Jokowi: KJS Masalah Kecil, Jangan Dibesarkan dengan Interpelasi
Gubernur DKI Jakarta membagikan Kartu Jakarta Sehat di Puskesmas Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (27/5/2013) pagi.

Gubernur DKI Joko Widodo berpendapat bahwa DPRD DKI Jakarta tak perlu mengusulkan hak interpelasi tentang persoalan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Menurut Jokowi, penjelasan tentang KJS tak perlu dilakukan melalui mekanisme interpelasi.

"Kalau ada masalah kecil-kecil kayak gini, ya, enggak usah digede-gedeinlah, sampai pakai interpelasi. Apaan itu?" ujar Jokowi di sela-sela pembagian KJS di Puskesmas Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (28/5/2013) pagi.

Jokowi tidak sependapat dengan DPRD yang meminta ada evaluasi ulang atau menarik keterlibatan PT Askes dalam sistem pembayaran KJS. Menurut Jokowi, keterlibatan PT Askes justru merupakan kemajuan di dalam program KJS itu.

"Kami ingin memperbaiki sistem. PT Askes ini mendampingi kami memperbaiki sistem, masa kami mau mundur lagi ke belakang," kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan, hari ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membagikan 1.733.991 lembar KJS di Jakarta. Jumlah tersebut terdiri dari 339.333 KJS di Jakarta Pusat, 105.715 KJS di Jakarta Utara, 435.979 KJS di Jakarta Barat, 337.449 KJS di Jakarta Selatan, 502.500 KJS di Jakarta Timur, dan 12.165 KJS di aerah Kepulauan Seribu.

Mengenai jumlah pasien KJS yang membeludak, Jokowi menilai hal itu bukan suatu masalah besar. Menurut Jokowi, kondisi itu adalah salah satu bentuk antusiasme warga terhadap akses pelayanan kesehatan yang kian mudah. Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan perbaikan sejumlah fasilitas.

Sumber: kompas.com

Jokowi Bagikan 1.733.991 Kartu Jakarta Sehat

Jokowi Bagikan 1.733.991 Kartu Jakarta Sehat
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat membagikan KJS di Puskesmas Koja, Jakarta Utara.

Gubernur DKI Joko Widodo membagikan sebanyak 1.733.991 KJS (Kartu Jakarta Sehat) di lima wilayah di Jakarta. Secara simbolis, Joko Widodo membagikan KJS di Puskesmas Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Laporan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati menyebutkan jumlah titu terdiri dari sebanyak 339.333 KJS di Jakarta Pusat, 105.715 KJS di Jakarta Utara, 435.979 KJS di Jakarta Barat, 337.449 KJS di Jakarta Selatan, 502.500 KJS di Jakarta Timur dan 12.165 KJS di Daerah Kepulauan Seribu.

"Kartu Jakarta Sehat yang telah dibagikan bulan November 2012 lalu nantinya akan langsung diganti yang baru," ujar Dien kepada Jokowi di Puskesmas Koja, Selasa (28/5/2013) pagi.

Dien mengungkapkan, pembagian KJS Selasa ini juga dilaksanakan di Pasar Rebo, Jakarta Timur pada pukul 10.00 WIB dan pembagian KJS di Kalideres, Jakarta Barat pada pukul 13.00 WIB. Tiga titik tersebut merupakan puskesmas yang memiliki pelayanan rawat inap dengan jumlah kunjungan sebanyak 750 orang per harinya.

Dien melanjutkan, dengan pembagian KJS tahap kedua ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa memberikan pelayanan komprehensif bagi warga DKI, terutama bagi warga kelas ekonomi bawah.

"KJS dilengkapi IT (Informasi Teknologi) yang memuat identitas pasien. Langsung tersambung secara online yang juga dapat dimonitor untuk mempercepat pelayanan si pasien," lanjut Dien.

Pantauan Kompas.com, KJS tersebut diberikan secara simbolis langsung oleh Gubernur DKI Joko Widodo kepada sebanyak 100 warga Koja, Jakarta Utara. Sebanyak 100 warga itu terdiri dari bapak-bapak serta ibu-ibu yang sambil menggendong anaknya.

Sebelum membagikan KJS, Jokowi sempat keliling Puskesmas untuk memantau baik pasien maupun fasilitas di dalam puskesmas. Acara tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Askes Fahmi Idris. Hingga pukul 09.51 WIB, acara pembagian KJS masih berlangsung tertib.

Sumber: kompas.com

Jokowi: KJS Merupakan Revolusi Pelayanan Kesehatan

Jokowi: KJS Merupakan Revolusi Pelayanan Kesehatan
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Kamis (23/5/2013).

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, program Kartu Jakarta Sehat atau KJS akan menjadi sebuah bentuk perubahan terhadap layanan kesehatan di Jakarta.

"KJS akan menjadi revolusi menuju pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat di Jakarta. Untuk itu, program ini akan diterapkan dengan maksimal," ujar Jokowi saat membagikan KJS di Puskesmas Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (28/5/2013).

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memantau sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Puskesmas Koja, seperti ruang rawat inap dan scanning KJS.

Ia pun membagikan KJS secara simbolis kepada sejumlah warga setempat. Adapun total KJS yang dibagikan kepada warga setempat berjumlah 100 buah.

Warga pun menanggapi secara antusias program KJS ini. Salah seorang penerima KJS, Masus, mengatakan, program KJS sangat membantu pelayanan kesehatan bagi sejumlah warga, khususnya warga yang ekonominya menengah ke bawah.

"Saya bersyukur ada program ini. Untuk itu, saya berharap program ini bisa sukses dan bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan tanpa hambatan," ujarnya.

Sumber: kompas.com