Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 30 Mei 2013

Ada Pro dan Kontra, Jokowi Anggap Dinamika

Sebanyak 200 orang datang ke Balaikota, Jakarta, Kamis (30/5/2013) siang. Mereka datang untuk menyatakan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak merasa khawatir menanggapi aksi penolakan maupun dukungan terhadap program Kartu Jakarta Sehat (KJS). Jokowi menganggap hal itu sebagai suatu dinamika.

"Ya, ini namanya dinamika masyarakat kan," ujar Jokowi saat bertemu dengan pendukung KJS di depan Balaikota, Kamis (30/5/2013) sore.

Mantan Wali Kota Surakarta itu menilai bahwa program KJS sangat bermanfaat bagi warga miskin. Oleh sebab itu, ia akan mempertahankan program KJS tersebut, meski ditentang oleh sejumlah pihak.

"Ada sebagian masyarakat yang khawatir kalau KJS itu dihilangin. Khawatir karena mereka sudah menikmati KJS. Mungkin itu saja," katanya.

Hari ini ada dua demonstrasi yang digelar di gedung Balaikota Jakarta. Aksi pertama dilakukan oleh sekitar 500 orang penolak KJS. Setelah aksi selesai, sekitar 200 orang kembali datang ke Balaikota. Mereka adalah para pendukung KJS.

Pengamanan kedua aksi itu pun tampak berbeda. Aksi menolak KJS hanya diperbolehkan berlangsung di luar gerbang Balaikota Jakarta, sementara pendukung program KJS diperbolehkan masuk gedung hingga duduk-duduk di selasar kantor Jokowi.

Menjelang petang, Jokowi keluar bertemu para pendukung programnya. Tepuk tangan meriah menyambut saat Jokowi keluar pintu. Jokowi sempat berdiskusi dengan perwakilan warga untuk menyerap pernyataan mereka. Beberapa peserta aksi ada yang meminta tanda tangan Jokowi pada bendera organisasi yang dibawa.

Sumber: kompas.com