Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Selasa, 18 Desember 2012

5 Kelemahan kartu sehat ala Jokowi

5 Kelemahan kartu sehat ala Jokowi
kartu jakarta sehat. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Awal bulan lalu, Kartu Jakarta Sehat (KJS) diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Kartu sakti ini menjadi program unggulan Jokowi.

Untuk tahap awal sampai akhir tahun ini, akan dicetak sebanyak 3000 KJS. Dan tahun depan, KJS akan menyasar 4,7 juta warga Jakarta.

"Semua dapat, tidak ada yang tidak dapat, yang kaya raya pun kalau mau dapat bisa, kalau gak malu," ujar Jokowi saat membagikan KJS di Pademangan Timur, Jakarta Utara.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna, ada beberapa kelemahan dalam implementasi penggunaan KJS. Apa saja?

1. Bisa dipakai orang kaya

5 Kelemahan kartu sehat ala Jokowi

kartu jakarta sehat.

Dalam praktiknya, KJS bisa saja digunakan orang mampu. Padahal, warga kelas ini bisa berobat menggunakan uang sendiri.

"Ini persoalan etika. Apalagi kalau tidak ada pengawasan," kata Yayat kepada merdeka.com, Selasa (18/12).

Dengan adanya KJS, pemerintah daerah juga harus memberikan penyuluhan kepada warga dengan mengubah pola pikir bahwa KJS ini benar-benar digunakan bagi orang tidak mampu.

2. Anggaran bisa bengkak

5 Kelemahan kartu sehat ala Jokowi

Jika tidak digunakan dengan hati-hati, maka semua orang dengan gampang menggunakan KJS. "Ini bisa mengakibatkan anggaran jebol," ujar Yayat.

Karena, setelah mendapat KJS orang cenderung terdorong berobat di puskesmas "Memang KJS adalah hak semua warga Jakarta," katanya.

Apalagi setelah ada KJS, di puskesmas-puskesmas terjadi lonjakan pasien.

3. Bisa manjakan warga

5 Kelemahan kartu sehat ala Jokowi

Selain anggaran bengkak, KJS juga bisa memanjakan warga. Karena pola pikir masyarakat setelah menerima KJS berbeda pandangannya.

Sebelum ada KJS, orang berpikir seribu kali untuk dirawat. Karena sudah mempunyai KJS dan syaratnya mudah, orang yang awalnya tidak perlu dirawat malah pingin dirawat. Hal ini tentu bisa berpengaruh pada anggaran.

"Hal-hal kecil seperti ini yang perlu diperhatikan. Bisa-bisa penggunaan KJS berlebihan. Kartu sehat seharusnya untuk mendorong orang untuk hidup sehat. Cara hidup orang harus berubah," katanya.

Padahal KJS hanya sebagai garansi dan pegangan kalau sewaktu-waktu mereka sakit.

4. Pengawasan lemah

Ini yang harus menjadi fokus Pemprov DKI. Jika tidak, KJS bisa tidak tepat sasaran.

Seperti kasus di RSUD Cengkareng. "Kita tidak punya wewenang untuk menolak mereka (orang mampu) untuk menggunakan KJS. Karena syarat penggunaan KJS hanya menyertakan KTP dan KK (kartu keluarga)," kata Kepala Satuan Pelaksana Pemasaran Agung Rusyana RSUD Cengkareng.

Menurut Yayat, hal semacam ini perlu dibenahi agar KJS tepat sasaran.

5. Semua orang inginnya gratis

Masalah ini harus dicermati dengan baik. Lagi-lagi soal pola pikir masyarakat yang ingin semuanya gratis.

Yayat berpendapat, bicara KJS tidak hanya soal pengobatan saja, tapi lebih mendorong orang untuk bisa lebih produktif setelah sehat. Sehingga, dengan sehat, orang tidak lagi menjadi boros.

"Tinggal di kawasan kumuh memang bikin orang jatuh sakit. Karena itu kartu sehat untuk mendorong orang hidup sehat," jelasnya.

Sumber : merdeka.com