Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Minggu, 28 Oktober 2012

Susahnya Mengejar Jokowi...

Joko Widodo kembali mengunjungi warga rusun Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2012). Kunjungan Jokowi tersebut usai halal bil halal di Balai Kota .


 
Agenda kegiatan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sangat padat setiap harinya. Jokowi selalu sibuk sejak pagi sampai malam di setiap hari, termasuk di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Di mana pun Jokowi berada, wartawan selalu menantinya. Entah itu dalam kegiatan inspeksi mendadak, kunjungan, rapat internal, atau pun rapat bersama DPRD DKI Jakarta.
Hari Minggu (28/10/2012) ini misalnya, wartawan dari beberapa stasiun televisi dan media online menunggu mantan Wali Kota Solo tersebut tepat di depan rumah dinasnya, di dekat Taman Suropati, Jakarta Pusat. Sejak pukul 12.00 Wib para wartawan menunggu Jokowi keluar dari rumah dinasnya. Pasalnya, setelah menghadiri Kirab Budaya Rakyat Jakarta 2012 pagi tadi, wartawan tak memiliki informasi pasti kemana Jokowi akan melanjutkan kegiatannya.

Awalnya beredar informasi Jokowi akan menghadiri sebuah acara kreativitas anak-anak di Kampung Talang, Menteng, Jakarta Pusat. Akan tetapi beberapa saat kemudian informasi lain menyebutkan bahwa pada pukul 15.00 Wib, Jokowi akan menghadiri penutupan festival BKT, di Jakarta Timur.
Namun menimbang waktu pelaksanaan dan jarak tempuh ke lokasi yang memakan waktu, informasi kegiatan itu masih diragukan. Sebelumnya di banyak kesempatan, para wartawan sering kali batal meliput agenda Jokowi karena yang bersangkutan batal berkunjung dengan alasan tertentu.

Pada pukul 13.00 Wib, mobil dua stasiun televisi mengakhiri penantiannya karena tak kunjung memperoleh informasi kegiatan Jokowi. Wartawannya memutuskan untuk tancap gas meliput di tempat lain. Dua jam setelahnya, seorang wartawan surat kabar nasional bersama seorang fotografer juga meninggalkan Taman Suropati karena harus meliput di tempat lain. Keputusan itu mereka ambil setelah menunggu Jokowi lebih dari tiga jam.

Harapan sempat datang ketika sekitar pukul 15.30 Wib mobil Kijang Innova yang biasa digunakan Jokowi keluar dari pintu sisi kiri rumah dinasnya. Tak lama berselang dua petugas dari Dinas Perhubungan yang menunggangi motor besar segera bergegas untuk mengikuti dari belakang rombongan. Seorang wartawan sempat bertanya pada petugas tersebut mengenai tujuan Jokowi sore ini, namun petugas itu mengaku tak mengetahuinya.
 "Aku ora ngerti," jawab petugas tersebut sambil tersenyum.
Tanpa berpikir panjang dan tanpa tahu tujuan, para wartawan segera membuntuti rombongan Jokowi. Dua wartawan media online menggunakan sepeda motor, dan dua rombongan wartawan dari dua stasiun televisi berbeda mengendarai mobil. Dari Taman Suropati, rombongan Jokowi menuju Bundaran Hotel Indonesia, dan berbelok ke arah kiri menuju Jalan Jenderal Sudirman melalui jalur cepat. Sementara dua wartawan media online terpaksa membuntuti dari jalur lambat karena sepeda motor dilarang masuk ke jalur cepat.
Awalnya rombongan Jokowi masih dalam pantauan, akan tetapi situasi berubah drastis karena di sekitar Semanggi rombongan Jokowi mengambil arah menuju Slipi-Grogol. Sedangkan wartawan yang menggunakan sepeda motor terpaksa gigit jari karena melintasi jalur berbeda dan sadar akan kehilangan jejaknya.

Rasa-rasanya ucapan Jokowi beberapa waktu lalu benar-benar terbukti. "Kalau ingin tahu ya ikutin, karena cuma saya dan Tuhan yang tahu kemana tujuan saya," ujarnya kala itu.

Sumber