Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Senin, 29 Oktober 2012

Ini Resep Jokowi Atasi Tawuran


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali mengunjungi warga rusun Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2012). Kunjungan Jokowi tersebut usai halal bil halal di Balai Kota .

Kota Jakarta membutuhkan ruang publik yang mampu mengakomodasi energi kreatif dan ruang interaksi orang muda. Dengan itu, harapannya, energi orang-orang muda akan tersalurkan pada aktivitas-aktivitas positif, tidak lagi tersalurkan dalam aktivitas baku hantam dalam bentuk tawuran.
Demikian pandangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengenai cara mengatasi maraknya aksi tawuran yang dilakukan para siswa di Jakarta. Ia menyampaikan pandangannya dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Ex IRTI, Monas, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Ia berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda dijadikan momentum mencegah tawuran. "Yang pertama kita harus sadar masyarakat Jakarta itu kumpulan dari Sabang sampai Merauke, semuanya ada. Kita harus sadar kita satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa," katanya.
Semua pemuda, kata dia, harus memiliki satu visi, ide, dan gagasan untuk menghindari tawuran. "Karena kita ini satu bangsa apalagi satu kota, jadi lupakanlah tawuran," ujarnya.
Jokowi, demikan ia akrab disapa, mencontohkan, ruang publik kreatif bisa dibuka di Taman Suropati. Selain untuk tempat olahraga, Taman Suropati bisa dijadikan tempat untuk menggelar pertunjukan orkestra kecil dan kebudayaan lainnya.
"Selain ruang publik, juga sebagai ruang kreasi. Bisa saja dibangun techno park yang dipakai pemuda-pemuda mengasah kreativitas agar Jakarta bisa menjadi salah satu Silicon Valley-nya Indonesia," kata Jokowi.
Ia juga mengingatkan semua pihak untuk menghargai kreativitas anak bangsa. Sebab, menurutnya, kreativitas akan membuka kemungkinan-kemungkinan baru.

Sumber : kompas.com