Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 01 November 2012

7 Poin Kerja Sama DKI dan Kementerian PU



Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meninjau lokasi banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa, (23/10/2012). Ia didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI, Ery Basworo; Kepala Dinas Perumahan DKI, Novizal; dan Kepala Dinas Kesehatan DKI, Dien Emmawati.

Pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menghasilkan tujuh poin kesepakatan. Pertemuan tertutup yang berlangsung selama 2,5 jam itu tidak hanya membahas pembangunan Jakarta dan perbaikan infrastruktur Ibu Kota.

Tujuh poin kesepakatan tersebut meliputi penataan kawasan tepi Kali Ciliwung, limbah rumah tangga, penyediaan air minum, tata ruang kota, perbaikan sistem transportasi, penanganan banjir, serta pembangunan giant sea wall di pantai utara Jakarta. Kedua pihak sepakat mempercepat penataan Ciliwung. Jokowi mengatakan akan selalu berkomunikasi dengan masyarakat untuk permasalahan penataan Ciliwung sebab warga di bantaran Ciliwung perlu digeser untuk menata kawasan Ciliwung itu.

Selain itu, Jokowi juga mempersilakan siapa yang akan membangun kampung deret susun di Ciliwung itu, apakah dikerjakan oleh Pemprov DKI, Kementerian PU atau Kemenpera. Begitu pula dengan pengelolaan anggarannya, apakah menggunakan APBN atau APBD.

"Silakan kalau mau dibangun. Semuanya tinggal dikerjakan, tidak langsung diputuskan. Jadi keputusan itu kombinasi bottom up dan top down. Kami sudah 100 persen sepakat untuk dipercepat. Kerjakan, ya kerjakan," kata Jokowi.

Sementara itu, Djoko Kirmanto mengatakan akan mengutamakan normalisasi Kali Ciliwung. Penataan Kali Ciliwung itu disepakati akan dikerjakan oleh Kementerian PU, Pemprov DKI, dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). "Kita utamakan untuk membuat normalisasi kali. Dengan itu, penduduk sekitar harus dipinda," kata Djoko.

Mengenai permasalahan limbah rumah tangga, Djoko Kirmanto mengatakan, kualitas limbah rumah tangga di Jakarta masih rendah di bawah kota-kota lainnya di Indonesia. Untuk program air minum dan penyiapan air baku, bagi Jakarta sudah final. "Selain itu tata ruang, transportasi, giant sea wall, dan permasalahan banjir juga sudah kita bicarakan. Hal yang langsung akan langsung dikerjakan, yang belum nanti kita akan ketemu lagi dengan dirjen dan dinas secara berkelanjutan akan segera dilaksanakan," kata Djoko.

Sumber : kompas.com