Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 31 Oktober 2012

Rp 37 Miliar untuk Peluncuran Kartu Pintar


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat menjadi calon gubernur mensosialisasikan kartu sehat dan kartu pintar dihari pertama kampanye di Tanah Tinggi, Jakarta, Senin (25/6/2012). Dengan kartu sehat dan kartu pintar Jokowi menjanjikan pengobatan gratis dan pendidikan gratis untuk warga Jakarta.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan siap membagikan Kartu Jakarta Pintar dan menjalankan program dalam kartu pintar tersebut. Peluncuran Kartu Jakarta Pintar edisi perdana ini menghabiskan anggaran Rp 37 miliar.

Rencananya, Kartu Jakarta Pintar tersebut akan di-launching pada Sabtu (17/11/2012) mendatang. Kartu itu akan diberikan kepada 3.000 peserta didik.

"Dua ribu sudah diserap oleh Jakarta Barat. Sedangkan sisanya 7.266 akan mengikuti setelah launching 17 November," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Ia pun mengatakan, Dinas Pendidikan DKI sudah menginventarisir data anak-anak yang akan menerima Kartu Jakarta Pintar tersebut.

"Pada prinsipnya, Dinas Pendidikan sudah siap. Sudah diinventarisir dan ada data anak-anaknya, diberikan menurut standar kartu bank. Itu jelas dan diperuntukkan kepada para peserta didik," kata Taufik.

Tahun depan, Dinas Pendidikan DKI mengusulkan 150 ribu peserta didik di enam wilayah dengan total anggaran sebesar Rp 378 miliar. Artinya, anggaran untuk Kartu Jakarta Pintar meningkat 10 kali lipat dari tahun ini.

"Nantinya setiap anak akan mendapat Rp 240 ribu setiap anak per bulannya," ujar Taufik.

Kartu Jakarta Pintar, dikatakan Taufik, merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI kepada peserta didik yang tidak mampu. Kartu Jakarta Pintar ini juga merupakan kerjasama dengan Bank DKI.

Kartu Jakarta Pintar diberikan kepada seluruh siswa SMA/SMK yang masuk dalam kategori miskin. Setiap bulannya para siswa penerima kartu pintar akan memperoleh bantuan dana untuk menutupi kebutuhan personal sebesar Rp 240.000.

Pada 17 November mendatang, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan membagikan tiga ribu Kartu Jakarta Pintar di pemukiman pada dan kumuh di Jakarta.


Sumber: kompas.com