Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Jumat, 11 Januari 2013

Jokowi: Saya Setujui 6 Ruas Tol untuk Rakyat

Jokowi: Saya Setujui 6 Ruas Tol untuk Rakyat

Gubernur DKI Joko Widodo membantah bahwa persetujuannya terhadap pembangunan 6 ruas jalan tol yang melintas di Jakarta itu tidak pro-rakyat. Menurutnya, keputusan itu justru untuk rakyat.

"Lho...enggak pro gimana?! Itu kan transportasi massal. Transportasi massal itu untuk rakyat. Biar kita bisa menikmati jalan tol. Setiap kepentingan rakyat apapun itu untuk transportasi massal. Kalo enggak, ya berarti rakyat kecil tidak terakomodasi," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (11/1/2013).

Jokowi menjelaskan persetujuannya terhadap pembangunan 6 ruas jalan tol diputuskan dengan satu syarat, yakni mengizinkan transportasi umum untuk melintasi ruas tol yang dikomandani Kementerian Pekerjaan Umum itu. Karenanya, hal tersebut merupakan langkah yang pro-rakyat.

Mantan Walikota Solo ini menambahkan, pemberian izin tersebut diputuskan karena ruas jalannya kurang. Ia juga meminta masyarakat, terutama yang berkomentar menolak keputusannya lewat kicauan Twitter, untuk mengerti akan hal ini.

"Kementerian PU memberikan izin karena ruas jalannya kurang. Saya juga sama. Saya beri (setujui, red.) dengan catatan (syarat-syarat). Sekali lagi saya sampaikan, saya pro pada transportasi massal, agar elevated bus bisa masuk, silahkan. Kalo ada tambahan koridor kan masuk," tuturnya.

Sumber : liputan6.com