Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Senin, 07 Januari 2013

Jokowi akan pasang penangkal kebakaran di gang-gang

Jokowi akan pasang penangkal kebakaran di gang-gang

Kebakaran masih sering terjadi di wilayah Jakarta. Ada banyak penyebab terjadinya kebakaran salah satunya adalah korsleting listrik.

Seperti halnya kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk di Jalan Mandala V RW 02, RT 06 dan RT 07 Kelurahan Cililitan Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, kemarin. Sebanyak 20 rumah ludes dikarenakan mobil pemadam kebakaran sulit mendekat ke lokasi kejadian. Pasalnya ruas jalan yang kecil dan hanya sebuah gang.

Untuk mengatasi marak dan meminimalisir kebakaran, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bakal memasang alat penangkal kebakaran di gang-gang rumah. "Seperti yang sering saya sampaikan mobil kebakaran itu ndak mungkin sampai ke sini (gang kecil). Sehingga memang harus ada sebuah alat kebakaran yang standby di titik-titik yang padat yang rawan kebakaran. Ini yang mau kita lakukan 2013," jelas Jokowi saat meninjau lokasi kebakaran di Cililitan, Jakarta Timur, Senin (7/1).

Menurut Jokowi, cara ini lebih ampuh karena untuk memperlebar ruas jalan tidak memungkinkan lagi. Karena hal ini sudah menjadi tata ruang kota dan berdiri rumah warga.

Oleh karena itu, mantan wali kota Solo itu menegaskan solusi alternatif adalah memasang alat pemadam kebakaran. "Ya tadi pertama alat. Yang kedua memang harus ada checking total semua hal yang berkaitan dengan kelistrikan. Tetapi memang masyarakat sendiri juga harus diberikan sebuah pengertian. Nyambung listrik itu ada aturan mainnya. Tidak asal sambung jadi konslet-konslet kejadiannya seperti ini," terang Jokowi.

Selanjutnya, alat penangkal kebakaran itu menurut Jokowi telah diujicoba dan dipasang di Manggarai. Jika nantinya efektif, maka akan didistribusikan ke sejumlah kampung-kampung yang padat penduduk.

Sumber : merdeka.com

"Itu yang baru kita coba di Manggarai. Kalau itu memang dianggap efektif, ya itu yang kita pakai. Kita gak mau pakai dalam jumlah yang banyak tetapi nanti tidak efektif. Tapi yang jelas kita pengen ada alat pemadam pertama kalau ada satu rumah kebakaran sehingga tidak merembes ke 100, 200, 300 rumah. Itu harus ada pertama sebelum pemadamnya datang," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi tidak menjelaskan secara detail alat pemadam kebakaran yang dimaksud. Tapi selama ini, Jokowi pernah mengungkapkan akan membuat alat pemadam kebakaran mini yang bisa ditaruh di gang-gang.

Sumber : merdeka.com