Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Jumat, 26 Juli 2013

Basuki: Saya Memang Agak Sakit Jiwa...


Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Disuruh periksa kejiwaan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Abraham "Lulung" Lunggana, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purmana terkekeh. Menurutnya, dia sudah berkali-kali memeriksakan kesehatan jiwanya.

"Aku dah periksa waktu dulu mau jadi Wagub itu, mau jadi bupati, mau jadi anggota DPR RI, itu diperiksa kesehatan jiwanya," kata Basuki di Balaikota, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

"Saya memang agak sakit jiwa, cuma pas diperiksa los, pas gitu loh ukurannya, hehehe," lanjutnya lagi.

Basuki heran dengan pertanyaan Lunggana yang memastikan bahwa PKL  tak akan memasuki Blok G. Menurutnya, sebagai anggota dewan, seharusnya Lunggana bisa menegakkan peraturan daerah yang notabene disusun oleh DPRD dan Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi kalau ada wakil ketua DPRD tidak ngerti Perda, apalagi melanggar Perda, dia sebetulnya sudah enggak boleh jadi Wakil Ketua DPRD lagi,"  tegas Basuki.

Saran pemeriksaan jiwa oleh Lunggana itu terkait sikap Basuki yang selama ini kerap berbicara sembarangan tentang pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang.

"Kemarin Ahok (sapaan Basuki) bilang ada oknum DPRD di Pasar Tanah Abang. Sekarang saya bilang nih, Wakil Gubernur harus diperiksa kesehatan jiwanya karena ngomongnya selalu sembarangan," kata Lunggana, Kamis kemarin.

Menurutnya, Basuki harus menjelaskan lebih lanjut dan memberitahukan secara gamblang siapa oknum DPRD yang bermain di Pasar Tanah Abang. Dalam kesempatan yang sama, ia memastikan, apabila Pemprov DKI tetap bersikeras memindahkan PKL ke Blok G Tanah Abang, maka ia menjamin para PKL itu akan berdagang di luar lagi.

Sumber: kompas.com