Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 27 Desember 2012

Nara: Kita Tidak Salah Pilih Gubernur

Nara: Kita Tidak Salah Pilih Gubernur
Mantan Cawagub DKI Jakarta dari pasangan yang berbeda, Basuki T Purnama (kiri), dan Nachrowi Ramli (kanan), berdiskusi dalam acara Polemik Pilkada Jakarta, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2012). Basuki yang merupakan pasangan dari Jokowi, dan Naachrowi yang merupakan pasangan dari Foke, sama-sama maju ke putaran kedua Pilkada Jakarta setelah menyisihkan empat calon lainnya.

Meski sempat bersaing dengan Jokowi-Basuki dalam Pilkada DKI Jakarta, Nachrowi Ramli menyatakan mendukung kebijakan Jokowi. Malah dia mengakui bahwa warga Jakarta tidak salah pilih.


"Selamat untuk Pak Jokowi dan Basuki. Kita, rakyat Jakarta, tidak salah pilih gubernur. Semoga ke depan dapat memimpin Jakarta dengan baik dan sejahtera," kata pria yang akrab disapa Nara itu di Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta, Kamis (27/12/2012).

Selain itu, dalam sambutannya pula, Nara memohon maaf karena Foke berhalangan hadir karena sedang berada di Amerika untuk menengok cucunya.

"Sebelumnya, saya ingin menyampaikan permohonan maaf dari Bang Fauzi atas ketidakhadirannya karena Bang Fauzi bisa dibilang sedang ngemong cucu dan kebetulan ngemong cucunya jauh di Amerika sana," kata Nara.

Nara menjelaskan kalau ia bersama Foke sudah legowo atas kemenangan pasangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama. Hal itu dibuktikan dengan sikap keduanya yang langsung mengarahkan pendukung mereka agar tidak berbuat onar dan mendukung kepemimpinan Jakarta baru.

"Kami dengan Pak Fauzi begitu hitung cepat tidak terpilih, kami mengambil langkah agar pendukung kami calmdown agar tidak melakukan tindakan apa-apa lagi. Sekali lagi selamat untuk Pak Jokowi dan Pak Basuki," ujar Nara.