Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 27 Desember 2012

Ahok kritik para eks gubernur DKI soal diameter gorong-gorong

Ahok kritik para eks gubernur DKI soal diameter gorong-gorong

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengkritik pemimpin Ibu Kota periode sebelumnya. Pasalnya, gorong-gorong sebagai sarana aliran air saat banjir melanda hanya berdiameter 60 centimeter di sepanjang jalan protokol.

"Kita kan enggak tahu kalau gorong-gorong 60 cm. Sekian puluh tahun ngapain gitu loh?," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/12).

Mantan bupati Belitung Timur ini mengatakan, jika Gubernur DKI Jakarta Jokowi tidak mengecek langsung, kemungkinan besar publik tidak akan tahu persoalan gorong-gorong tersebut.

"Kita juga enggak tahu kan, baru sekali ada gubernur turun ke bawah, ini pikir gorong-gorong cuma 60 cm. Coba kalau pak gub gak turun? Kita gak tahu," katanya.

Menurutnya, dalam Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) akan dimasukan pembangunan Deep Tunnel. Sehingga Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) akan diubah.

"Kita bisa dibuat didetail tata ruang, kita siapin detailnya. Kita bisa masuk di situ. RPJM kan belum ada, lagi susun," katanya.

Ahok melihat Malaysia berhasil mengatasi banjir dengan menerapkan pembangunan terowongan pintar. Maka rencana tersebut akan segera direalisasikan.

"Kita lihat Malaysia berhasil. Kita juga sudah ada kajian awal bang Yos, keuangannya sudah ada. Tapi (dulu) uangnya enggak cukup," tandasnya.

Sumber : merdeka.com