Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Senin, 05 November 2012

Jokowi Setujui Penambahan 150 Gerbong Kereta

PT Kereta Api Indonesia mengusulkan menambah jumlah gerbong kereta api untuk menunjang aktivitas masyarakat yang memanfaatkan layananan kereta api setiap harinya. Usulan tersebut kabarnya disetujui  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.


Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, PT KAI mengusulkan penambahan 150 gerbong kereta. Usulan tersebut dituangkan dalam rapat antara Gubernur DKI Joko Widodo, Dinas Perhubungan, dan PT KAI, Senin (5/11/2012). 

Secara umum, kata Udar, Jokowi menyetujui usulan tersebut karena sesuai dengan program unggulan di bidang transportasi. Meski begitu, belum ada informasi pasti mengenai implementasi, khususnya dalam hal anggaran. 

"Itu usulan yang disampaikan dalam rapat tadi. Secara umum Pak Gubernur setuju karena sesuai dengan program-programnya," kata Pristono saat ditemui seusai menghadiri rapat, di gedung Balaikota Jakarta. 

Ia menyampaikan, alasan munculnya usulan tersebut didorong keinginan PT KAI untuk dapat meningkatkan layanan pada masyarakat pengguna jasa kereta api. Apabila saat ini PT KAI mampu mengangkut 500 ribu penumpang setiap harinya, diharapkan jumlahnya dapat melonjak tajam seiring ditambahnya jumlah gerbong pengangkut. 

PT KAI, kata Pristono, mengusulkan penambahan 150 gerbong kereta dilakukan konsisten selama enam tahun. Dengan demikian jumlahnya akan mampu menampung sesuai kebutuhan dengan beban anggaran yang tidak terlalu berat. 

"Supaya bisa mengangkut penumpang yang lebih banyak. Gerbongnya bisa ditempel dalam rangkaian yang sudah ada, jadi nanti tak ada lagi penumpang yang naik di atap kereta. Kalau selama ini gerbongnya kurang, maka solusinya harus ditambah," tuturnya.

Sumber : kompas.com

.