Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 08 Mei 2013

Basuki: Dosa Lama Kita Lupakan, tapi Jangan Diulangi!


Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

JAKARTA,  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkomitmen untuk melupakan dosa-dosa lama para pejabat Pemprov DKI. Seperti salah satu contohnya adalah dengan memaafkan perbuatan Lurah Warakas Mulyadi yang memiliki dan menyewakan unit Rusun Marunda.

"Pak Gubernur sudah bilang, dosa lama sudahlah kita enggak usah terlalu diungkit-ungkitlah. Tapi, jangan lakukan lagi ke depannya. Kita sudah lupakan masa lalu, kita sekarang fokus ke depan," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (8/5/2013).

Basuki menyatakan, hal itu sebaiknya tidak perlu dipermasalahkan lagi. Sebab, menurut instruksi Gubernur Jokowi, sebaiknya dilakukan pemulihan hubungan atau rekonsiliasi. Oleh karena itu, maka tidak akan diberlakukan sanksi khusus terhadap pejabat Pemprov DKI yang melanggar aturan kepemilikan rusun, selain pemutihan atau pencabutan hak dan pengalihan rusun.

"Siapa pun yang menyewa kasih tahu ke kita, kan enggak mungkin pejabat DKI tinggal di situ kan? Jadi, siapa pun yang menyewa, kasih tahu ke kita dan kita kasih pemutihan, kasih nama dia," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengakui banyak oknum baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI maupun warga yang sebenarnya mampu, ternyata mempunyai unit rusun yang seharusnya diperuntukkan bagi warga miskin. Pemprov DKI pun tidak akan memberikan sanksi personal kepada warga yang melanggar.

Kendati demikian, Basuki berharap tindakan tersebut tidak diulang lagi. "Hampir semuanya melakukan. Tapi jangan lakukan lagi ke depannya, itu yang Pak Gubernur selalu bilang," kata Basuki.

Sumber: kompas.com