Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Minggu, 17 Februari 2013

Jokowi: Warga Bantaran, Pelan-Pelan Ya..

Jokowi: Warga Bantaran, Pelan-Pelan Ya...
Joko Widodo memberikan bantuan berupa alat tulis bagi warga Cipinang Melayu.

Kerisauan yang dirasakan warga bantaran Sungai Ciliwung atas relokasi tempat tinggal mereka terjawab sudah. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan mulai melakukan sosialisasi relokasi terhadap warga bantaran bulan Maret 2013 yang akan datang.

"Pelan-pelan ya. Kita sedang olah. Awal Maret baru kita masuk," ujar Jokowi saat mengunjungi warga Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur, Minggu (17/2/2013) siang.

Pria yang telah menjabat sebagai gubernur lebih dari empat bulan itu melanjutkan, hal-hal yang dipersiapkan adalah materi sosialisasi, sistem relokasi warga dan sebagainya. Menurutnya, kebijakannya perlu diformulasikan lebih baik agar tidak menimbulkan persepsi buruk bagi warga.

"Nanti lurah, camat, wali kota, gubernur yang sosialisasi, turun semua agar bahasanya sama. Sedang kami rumuskan," lanjut Jokowi.

Kapasitas Rusun Kurang

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Timur, HR Krisdianto, memprediksi rumah susun yang disediakan tidak sesuai dengan kapasitas warga bantaran sungai. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus berupaya mencarikan solusi atas permasalahan tersebut.

"Ada 7.000 kepala keluarga yang harus dipindahkan. Baru ada empat rusun. Ke depan, kita akan cari lahan-lahan kosong atau kita arahkan lintas wilayah," ujar Krisdianto.

Sementara, terkait rumah susun di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara Jakarta Timur, sebanyak dua dari tiga tower yang ada diketahui dalam kondisi tak lengkap. Pasalnya, instalasi listrik rumah susun tersebut dicuri. Kris mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan permasalahan itu dengan melakukan koordinasi dengan pengembang dan suku dinas perumahan.

Sumber: kompas.com