Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Selasa, 11 Maret 2014

Curahan Hati Anak Buah Ahok Usai Dimarahi Saat Rapat

"Saya itu ibarat sebuah tong sampah besar."

Ahok saat berangkat kerja naik bus
Ahok saat berangkat kerja naik bus (VIVAnews/Rohimat)
Sudah kesekian kalinya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bersikap tegas dan memarahi anak buahnya. Banyak orang yang mendukung sikap keras Ahok itu.

Terakhir Ahok memarahi anak buahnya lantaran dinilai mempersulit pihak swasta yang hendak menyumbangkan 30 bus untuk TransJakarta.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Endang Widjajanti, salah satu yang dimarahi Ahok pada rapat Selasa, 11 Maret 2014, menilai bahwa kekesalan Ahok itu sebagai hal yang wajar.

"Kami hanya terima perintah saja. Dari awal kami hanya bertugas mengerjakan sesuatu. Saya itu ibaratnya sebuah tong sampah besar yang semua permasalahan dilimpahkan kepada saya," kata Endang dengan mata yang berkaca-kaca.

Disampaikan Endang, sebenarnya ia juga kadang merasa kesal dengan birokrasi yang ada di pemerintahan. Karena menurutnya, ketika harus menyelesaikan sebuah pekerjaan harus melalui beberapa tahapan prosedur panjang. 

"Sebenarnya saya juga kadang tidak sabar, beliau sangat wajar marah. Karena sumbangan bus itu terlalu lama bolak-balik. Jadi nanti saya akan segera bikin surat. Supaya itu segera jalan," katanya.

Disampaikan Endang, apabila dilihat dari segi logika, memang seharusnya sumbangan bus tersebut menguntungkan bagi DKI Jakarta. 

Ditambahkan Endang, dimarahi Ahok seperti menjadi sebuah hal yang biasa. Menurutnya, bukan hanya kali ini saja Ahok memarahi anak buahnya dalam forum rapat.

"Itu biasa, kalau menurut saya. Beliau hanya ingin fokus ke DKI, pendapat saya begitu sih," terangnya.

Sumber: http://metro.news.viva.co.id