Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 29 Agustus 2013

Jokowi ke MPR mau ubah nama Jl Merdeka Utara jadi Jl Soekarno

Jokowi ke MPR mau ubah nama Jl Merdeka Utara jadi Jl Soekarno
Jokowi kunjungi MPR. ©2013 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyambangi MPR untuk membahas perubahan nama jalan utama menjadi jalan dengan nama pahlawan. Ada empat nama jalan utama yang diusulkan, Jalan Medan Merdeka Utara diganti Jl Bung Karno, Medan Merdeka Selatan menjadi Jalan Bung Hatta, Medan Merdeka Barat diubah jadi Jalan Soeharto dan Medan Merdeka Timur jadi Jalan Ali Sadikin.

Pantauan merdeka.com di MPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jokowi tiba di Gedung Nusantara sekitar pukul 11.00 WIB. Jokowi yang mengenakan baju ala betawi naik ke lantai 9 bertemu dengan Ketua MPR Sidarto Danusubroto dan Panitia 17 yang dipimpin oleh Jimly Ashiddiqqie.

"Khusus perubahan untuk empat jalan, Medan Merdeka Barat, Utara, Selatan dan Timur harus ada izin dari presiden. Kalau selain nama jalan itu, atas izin gubernur sudah cukup. Tujuannya untuk memberi penghargaan kepada presiden. Ini dimanfaatkan rekonsiliasi," ujar Jimly di Gedung Nusantara lantai 9, Jakarta Pusat, Jumat (30/8).

Jimly mengatakan, dirinya akan mengajukan usulan itu kepada presiden. Tetapi disetujui atau tidak, itu sudah kewenangan presiden.

"Target 10 November nanti kita laporkan ke presiden untuk rekonsiliasi. Namun disetujui nama Jalan Medan Merdeka Utara diganti Jl Bung Karno, Medan Merdeka Selatan menjadi Jalan Bung Hatta, Medan Merdeka Barat diubah jadi Jalan Soeharto dan Medan Merdeka Timur jadi Jalan Ali Sadikin itu terserah presiden," kata Jimly.

Sumber: merdeka.com