Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 25 April 2013

Jokowi Gandeng Perumnas Bangun 200 Tower Rusun

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggandeng Perumnas untuk merealisasikan pembangunan 200 tower rumah susun sederhana milik (rusunami). Pembangunan rusun ini dikhususkan untuk masyarakat Jakarta golongan ekonomi menengah.

Jokowi menjelaskan bahwa maksud dibangunnya 200 tower rusunami ini adalah untuk menciptakan banyak hunian dengan konsep vertikal. Letaknya juga didekatkan dengan kawasan industri sehingga diharap terjalin integrasi antara hunian, transportasi dan tempat kerja.

"Sebagian sudah mulai dibangun, ini bagus, artinya BUMN bergerak, dan semoga yang swasta juga bisa bergerak seperti itu," kata Jokowi dijumpai di Balaikota Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, bila sebelumnya rusun-rusun dibangun dengan 4-7 lantai, maka rusunami yang akan dibangun nanti memiliki ketinggian lantai lebih tinggi. Rencananya, sekitar 20 lantai untuk setiap towernya.

Beberapa lokasi yang dipilih di antaranya adalah di Cengkareng, Jakarta Barat; Kebon Kacang dan Tanah Abang, Jakarta Pusat; dan Klender, Jakarta Timur. Rusunami yang sudah mulai dibangun adalah di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Mengenai teknisnya, Pemprov DKI hanya menyediakan izin pembangunan termasuk mengenai koefisiensi lantai bangunan (KLB). Sisanya, Perumnas akan mengambil peran penuh dalam pembangunannya. Lahan untuk rusunami merupakan lahan milik Perumnas.

"Izinnya sudah enggak ada masalah. Rusunami ini untuk warga menengah, yang (warga) kurang mampu itu urusan kita (rusunawa)," ujarnya.

Sumber: kompas.com