Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 11 April 2013

Basuki Tanyakan Keberadaan Wanda Hamidah

Basuki Tanyakan Keberadaan Wanda Hamidah
Anggota DPRD DKI Jakarta, Wanda Hamidah.

JAKARTA, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tampaknya memberi perhatian lebih kepada beberapa anggota DPRD DKI yang kerap tidak memunculkan batang hidungnya dalam Sidang Paripurna. Salah satunya adalah anggota Komisi E yang juga anggota Fraksi Partai Amanat Nasional, Wanda Hamidah.

Guyonan Basuki itu berawal dari pertanyaan media kepada Basuki terkait nama-nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) DKI. Saat itu, Basuki didampingi oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Mangara Pardede.

"Ini nih, calon Sekda terbaik," kata Basuki seraya menunjuk tangannya ke arah Sekwan, di Balaikota Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Pria yang akrab disapa Ahok itu langsung tertawa dan kembali, dia melontarkan guyonannya. "Pak Sekwan.. Wan.. Wan.. Wanda Hamidah. Eh kok jarang masuk ya, ke mana ya dia, Pak Sekwan?" tanya Basuki kepada Mangara.

Namun, Mangara menampik ucapan Basuki dan menjawab kalau Duta Badan Narkotika Nasional (BNN) itu rajin bekerja sebagai anggota DPRD DKI. Setelah kasus penggerebekan oleh BNN, Wanda memang jarang terlihat menghadiri dalam Sidang Paripurna. Sebelumnya, justru Wanda yang merupakan anggota DPRD yang rajin dalam menghadiri Paripurna.

Pada Sidang Paripurna yang dihadiri Basuki kali ini merupakan Paripurna pemandangan fraksi-fraksi DPRD DKI terhadap perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pembentukan Peraturan Daerah, perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah, dan Perda Nomor 7 Tahun 2004 tentang Reklame.

Sidang Paripurna itu hanya dihadiri oleh 22 anggota DPRD dari jumlah total yang mencapai 94 orang. Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan juga tidak menghadiri Paripurna tersebut. Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD DKI Lulung Lunggana dan didampingi oleh Wakil Ketua DPRD lainnya, Triwisaksana.

Sumber: kompas.com