Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 27 Maret 2013

Jokowi 'Sewot' Ada Yang Minta KJS Dihapus

Jokowi yakin bahwa masyarakat DKI saat ini sangat membutuhkan KJS.

 Kartu Jakarta Sehat
Kartu Jakarta Sehat (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, melihat ada pihak-pihak tertentu yang ingin Kartu Jakarta Sehat (KJS) dihilangkan. Menurutnya, orang yang ingin KJS dihilangkan adalah orang-orang yang mempunyai kepentingan terselubung.  

"Saya tahu memang ada kepentingan, selama ini program Kartu Jakarta Sehat ada yang membelokkan. Mereka bilang KJS tidak berhasil," kata Jokowi saat uji public hearing KJS di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 27 Maret 2013

Menurut Jokowi, dirinya yakin bahwa masyarakat DKI saat ini sangat membutuhkan KJS dan tidak ada yang minta KJS diputus. Jokowi juga sudah mengetahui keadaan di lapangan dan sudah melakukan survei bagaimana ketertarikan masyarakat terhadap KJS.

"Dibilang warga minta KJS dihapus, saya tiap hari ke masyarakat, kebutuhan di masyarakat saya tahu. Di masyarakat tidak ada yang minta KJS diputus. Tidak  ada yang teriak seperti itu," ujar Jokowi.

Jokowi menuturkan saat ini kekurangan dari sistem KJS itu karena kurangnya fasilitas ruang rawat di rumah sakit akibat ada lonjakan pasien dari warga miskin yang antusias berobat ke rumah sakit.

"Ya memang ini masih kurang fasilitasnya. Tapi apa karena masalah itu tidak usah ada KJS?, biar yang sakit dirawat di rumah saja. Kan tidak bisa seperti itu," katanya

Meski demikian, Jokowi tetap kukuh pada pendiriannya bahwa sistem call center 119 akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah lonjakan pasien KJS di rumah sakit

"Makanya untuk itu kita adakan call center 119 yang terhubung ke tiap rumah sakit agar pasien yang tak tertampung bisa mendapatkan ruangan melalui sistem terintegrasi ini," katanya.

Sumber: viva.co.id