Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Minggu, 24 Februari 2013

Tak Cuma Zakat, Basuki Sumbang Kegiatan Natal Rp 15 Juta

Tak Cuma Zakat, Basuki Sumbang Kegiatan Natal Rp 15 Juta
Laporan biaya operasional Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama periode Oktober-Desember 2012. (www.ahok.org)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bukan hanya memberikan zakat infak sedekah (ZIS) dari uang insentif pemungutan pajak daerah. Dia juga menyumbang kegiatan Natal Rp 15,5 juta dari uang operasional.

Dalam laporan Biaya Penunjang Operasional Wakil Gubernur DKI Jakarta periode Oktober-Desember 2012 yang dimuat www.ahok.org, sumbangan Natal tersebut terlihat pada tanggal 14 Desember 2012. Sumbangan Natal ini termasuk dalam bantuan sosial Wakil Gubernur DKI.

Dalam laporan tersebut, tercatat ada beberapa kali bantuan sosial diberikan Wakil Gubernur. Pada 12 November 2012 dan 10 Desember 2012, Wakil Gubernur memberikan bantuan penanggulangan sosial masing-masing Rp 3 juta dan Rp 5 juta. Pada 10 Desember 2012, tercatat pula bantuan sosial berupa bantuan biaya pendidikan Rp 87.106.000.

Selain bantuan sosial, anggaran biaya opersional Wakil Gubernur digunakan untuk operasional dana kegiatan khusus, biaya koordinasi Wakil gubernur, dan untuk operasional kegiatan khusus lainnya.

Sejak diangkat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga Desember 2012, Basuki Tjahaja Purnama mendapat uang operasional Rp 1,051 miliar. Namun total yang digunakannya Rp 595.798.325.

Dalam laporan tersebut, pemasukan hanya terjadi dua kali. Pertama, untuk pembukaan rekening pada 7 November 2012 Rp 500.000. Keesokan masuk dana penunjang Operasional Wakil Gubernur periode Okt - Des 2012 Rp 1.050.500.000.

Hingga 17 Desember 2012, total uang operasional yang digunakan Basuki mencapai Rp 595.798.325. Sehingga, dana Biaya Penunjang Operasional Wakil Gubernur DKI Jakarta tersisa Rp 455.201.675.

Sumber : kompas.com