Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 28 Februari 2013

Jokowi disuka karena aura kuat, meski tidak camera face

Jokowi disuka karena aura kuat, meski tidak camera face

Kepopuleran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bukan hanya di Jakarta atau Indonesia saja, namun sudah mencakup dunia internasional. Menurut founder Rumah Perubahan, Rhenald Kasali, muka Jokowi bukan 'camera face' namun pria kurus itu memiliki aura yang kuat sebagai pemimpin.

"Secara nyata saja, sosoknya Jokowi kalau sudah masuk kamera tidak menarik namun sosoknya mempunyai aura genik, terlihat dari kata-katanya, bahasa mukanya, gerakan tangan dan volume suara. Hal itu sangat berpengaruh," ujar Rhenald pada acara peluncuran buku "Camera Branding" di auditorium MNC Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (1/3).

Rhenald mengatakan, Jokowi dipenuhi pendapat yang pro dan kontra. Ketika Jokowi menerima hujatan dan ditanggapi dengan santai, itu yang membuat masyarakat menyukai suami Iriana itu. "Hal itu yang membuat masyarakat Indonesia menyukainya apalagi media-media," katanya.

Dibandingkan dengan Ruhut Sitompul, Rhenald menambahkan, pejabat yang tampil di televisi bukan menjadi diri aslinya. "Kalian tahu Ruhut aslinya, kalau bukan di dalam televisi bukan seperti itu, saya yakin itu," tambahnya.

Acara tersebut dihadiri oleh CEO MNC Group, Harry Tanoesoedibjo, Founder Young On Top, Billy Boen serta artis Donna Agnesia dan Happy Salma.

Sumber: merdeka.com