Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 27 Februari 2013

Jokowi Membayangkan Sebelum Ada KJS

Jokowi Membayangkan Sebelum Ada KJS
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo keluar dari ruang NICU RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, untuk amenjenguk saudara kembar mendiang Dera, Dara Nur Anggraini, Rabu (20/2/2013)

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai layanan kesehatan di Jakarta saat ini sudah mulai membaik, setidaknya sudah lebih berpihak pada warga ekonomi lemah. Kalaupun ada kasus dan kekurangan yang mencuat, dia menilai itu bagian dari proses dan menganggap semuanya akan terus membaik.

Saat dijumpai di Balaikota Jakarta, Jokowi menyampaikan kegusarannya atas sejumlah kasus di dunia kesehatan yang mengemuka beberapa hari ini. Misalnya bayi Dera, dan Hikmah yang meninggal dunia setelah mengalami penyakit pernapasan dan diduga telat ditangani oleh rumah sakit. Jokowi tak membayangkan apa jadinya Jakarta sebelum bergulirnya Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Bayangin, kami sudah gratiskan lewat KJS masih ada persoalan bayi Dera, bayi Hikmah. Bayangin itu sebelum ada KJS," kata Jokowi, Rabu (27/2/2013).

Menurut Jokowi, kasus-kasus terkait buruknya layanan kesehatan lebih banyak terjadi sebelum dirinya memimpin Jakarta. Namun begitu, saat ini akses informasi jauh lebih terbuka ketimbang waktu sebelumnya, sehingga porsi pemberitaan yang diterima masyarakat menjadi lebih besar.

"Dulu bisa ratusan, tapi tertutup. Dulu kan enggak pernah seterbuka ini," ujarnya.

Untuk itu, mantan Wali Kota Surakarta ini meminta semua pihak menghargai dokter dan tenaga medis yang sudah berupaya bekerja dengan optimal. Walau di sisi lain pelayanannya masih belum dapat mengcover penuh, khususnya dalam keterbatasan fasilitas yang terus digenjot realisasinya.

"Misalnya dulu dalam sehari bisa nerima 100, sekarang 170 pasien. Rumah sakit, dokter sudah bekerja, tapi memang kadang-kadang masyarakat terlambat bawa ke dokter. Posisi sudah kritis baru dibawa ke rumah sakit," kata Jokowi.

Sumber : kompas.com