Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Minggu, 24 Februari 2013

Pak Jokowi, Kalau Mau Datang Bilang Dong..

Pak Jokowi, Kalau Mau Datang Bilang Dong...
Warga Kampung Pedongkelan RT 06/RW 05 Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur berkumpul di depan panggung menunggu kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufry, Jumat (22/2/2013). Jokowi dan Salim akan mengadakan diskusi bersama anak jalanan dan orangtua.

Seperti sudah menjadi kelebihannya, di mana pun berada, sorot mata warga selalu tertuju kepadanya. Suasana sepi langsung berubah menjadi ramai dan riuh. Dialah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi. Pemimpin Ibu Kota berpostur jangkung dan memiliki hobi unik, blusukan. Entah apa penyebabnya. Tapi mungkin gaya yang membumi membuatnya dekat di hati rakyat.

"Kalau mau dandan ya sudah dandan saja, saya bisa nungguin kok
-- Joko Widodo"

Ketika ada informasi Jokowi akan berkunjung, warga rela menunggu berjam-jam. Panas atau hujan tak masalah, yang penting bisa bertemu atau melihat langsung. Yang penting bisa "mencuri-curi" waktu untuk mengabadikan momen melalui kamera telepon genggam. Dan sebaliknya, warga kecewa ketika Jokowi batal hadir.

Pada Jumat, 22 Februari 2013, Jokowi diagendakan menggelar dialog dengan anak jalanan di Kampung Pedongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Dalam acara itu, Jokowi rencananya berduet dengan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufry. Namun, karena terjebak macet, akhirnya Jokowi batal hadir dan berbelok arah menuju RW 01, Kelurahan Pangadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Mantan Wali Kota Surakarta itu datang ke Pangadegan untuk menengok lokasi yang sempat digenangi banjir cukup tinggi pada bulan lalu. Ia melihat permukiman padat, saluran air, dan aliran Sungai Ciliwung yang lokasinya bersebelahan dengan permukiman warga.

Turun dari mobi dinasnya, Jokowi langsung diarahkan oleh Kepala Camat Pancoran Mukhlisin untuk melihat titik yang sempat digenangi air setinggi tiga meter. Titik tersebut berbentuk cekungan, dan terdapat puluhan rumah warga di dalamnya.

Pada saat itu, kedatangannya terbilang mengejutkan warga. Karena sebelumnya tak ada informasi bahwa Jokowi akan datang. Di tengah jalan, di gang sempit, Jokowi berpapasan dengan seorang perempuan berusia sekitar 40-an. Perempuan yang mengenakan pakaian berwarna hijau itu langsung melontarkan kalimat yang tak biasa.

"Pak Jokowi, kalau mau dateng bilang dong, jadi saya bisa dandan dulu," katanya.

Mendengar itu, Jokowi langsung tertawa dan menjawabnya, "Kalau mau dandan ya sudah dandan saja, saya bisa nungguin kok," jawab Jokowi dan langsung mengundang tawa semua yang menyaksikan peristiwa kocak itu.

Setelah meninjau, Jokowi langsung menuju dua unit truk Satpol PP yang memuat aneka barang bantuan. Mulai dari peralatan sekolah, hingga beras kemasan lima kilogram. Jokowi lalu meninggalkan Pademangan seusai menunaikan ibadah shalat maghrib dan kembali menuju rumah dinasnya di Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat.

Sumber: kompas.com