Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 24 Oktober 2012

Sidak Mengecewakan, Jokowi Panggil Lurah-Camat Pagi Ini

"Sekarang banyak ruang tertutup harus dibuat terbuka."


Joko Widodo
Joko Widodo (VIVAnews/Anhar Rizki)


Gubernur DKI, Joko Widodo, akan mengumpulkan Lurah dan Camat se-Jakarta, pagi ini, Kamis 25 Oktober 2012. Joko Widodo akan memberikan arahan khusus untuk para camat dan lurah itu.

"Akan saya kumpulkan camat di Balaikota," kata Joko Widodo usai menghadiri acara pengumuman lomba 'Surat Untuk Jokowi' di Jakarta, semalam.

Mantan Walikota Solo ini mengatakan, dirinya perlu memberi pengarahan khusus kepada camat dan lurah itu. Sebab, mereka merupakan rekan kerjanya sebagai gubernur DKI Jakarta. Selain itu, tambah Joko Widodo, pengarahan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Perlu disampaikan kepada lurah dan camat karena mereka partner saya. Ini masalah pelayanan masyarakat untuk membangun sebuah sistem. Sekarang banyak ruang tertutup harus dibuat terbuka," ujarnya.

Sebelumnya, pria yang akrab disapa Jokowi ini melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kecamatan dan kelurahan di Jakarta. Hasilnya memprihatinkan. Jokowi tidak menemukan camat dan lurah yang kantornya dia kunjungi. Padahal waktu itu sudah masuk jam kerja.

Jokowi seolah kecewa. Di sebuah kantor kelurahan, Jokowi hanya bisa duduk di sebuah kursi. Entah apa yang dia rasakan waktu itu. Yang jelas, dia menepok jidatnya setelah tak bisa menemukan perangkat yang berada di bawah koordinasinya itu. (eh)


© VIVA.co.id