Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 25 Oktober 2012

Jokowi Bergaya "Stand Up Comedy" di Depan Camat dan Lurah


  Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (dua kiri) bersama Wakil Gubernur, Basuki Tjahja Purnama (kiri), dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Fadjar Panjaitan (kanan), saat jumpa pers usai melakukan rapat dengan kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2012). 
 
Pertemuan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan wali kota, camat, dan lurah di Balaikota Jakarta berlangsung santai. Tidak ada ketegangan atau bahkan sinyal marah karena ketika sidak tidak menemui camat dan lurah.

Jokowi bicara layaknya peserta stand up comedy, memegang mikrofon sambil berdiri. Dia memberikan presentasi mengenai gebrakannya membenahi birokrasi dan fasilitas pelayanan.

Sesekali Jokowi mengeluarkan candaan ataupun sindirannya yang nyelekit kepada para peserta yang datang. Tidak lebih dari 30 menit Jokowi memberikan paparannya tersebut.
"Saya enggak ingin berbicara banyak-banyak. Soal yang kemarin-kemarin, saya sudah enggak mau urus, biarlah kemarin saja," kata Jokowi yang didampingi Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Sekda Fadjar Panjaitan, Kamis (25/10/2012).

Jokowi mengatakan, salah satu kekurangan di kelurahan dan kecamatan adalah masih banyaknya ruang tertutup sehingga akses pelayanan masyarakat pun semakin terbatas.

"Pakai sistem loket itu sudah 200 tahun ketinggalan zaman," ujarnya.

Jokowi pun memaparkan presentasinya dengan sedikit candaan khasnya.

"Saya cuma pengen semua punya visi yang sama terkait untuk melayani masyarakat ini. Jangan sampai yang kemarin-kemarin saya cek itu enggak bisa tidur, jadi tidur saja. Tenang saja, yang kemarin itu enggak ada tulisan apa-apa kok," kata Jokowi dan disambut dengan gelak tawa para peserta yang datang.

Sumber : kompas.com