Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Sabtu, 27 Oktober 2012

Jokowi: Bobot Saya Cuma 54 Kilogram

   Jokowi saat santai di Loji Gandrung sewaktu masih menjabat menjadi Walikota Solo

 
Meski hanya sesaat, kehadiran sosok Joko Widodo (50) di atas panggung hiburan peringatan Hari Osteoporosis Nasional Ke-10, akhir pekan lalu, tetap menyita perhatian. Sampai-sampai pembawa acara, Steny Agustaf, mengatakan, saat ini Gubernur DKI Jakarta itu jauh lebih populer daripada para artis.
Karena itu, kita harus bergerak, bergerak, bergerak. Itu saja kuncinya
Mereka yang ada di baris terdepan, persis di bibir panggung, mengulurkan tangan ingin berjabat tangan dengan Jokowi. Mereka yang ada di panggung mendekat ingin berfoto bersama, sedangkan yang berada cukup jauh dari panggung mendekat untuk mengabadikan sosok Jokowi.
Seperti biasa, Jokowi menanggapi semua itu dengan senyum dan menyapa ramah. Ia menyambut baik acara itu, bahkan mengharapkan kegiatan senam dan jalan bersama yang digelar dalam acara itu dapat dilakukan setiap minggu.
Menurut dia, kota yang sehat berawal dari warganya yang juga sehat. ”Karena itu, kita harus bergerak, bergerak, bergerak. Itu saja kuncinya,” katanya.
Buktinya? Ia menunjukkan dirinya sendiri. ”Saya kurus, tetapi sehat. Bobot saya cuma 54 kilogram,” katanya dengan tersenyum sambil menunjukkan lengannya yang kurus. (JOS)
 
Sumber : Kompas Cetak