Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 24 Oktober 2012

Jokowi: Mungkin November Mulai Ada Realisasi

  Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo memerhatikan bantaran Ciliwung di Kawasan Bukit duri, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2012). Sehari setelah dilantik, gubernur baru Jakarta tersebut langsung mengunjungi kawasan padat penduduk dan bantaran Ciliwung.

Joko Widodo mengaku mendapat banyak masukan terkait permasalahan yang dihadapi masyarakat Jakarta dari peninjauan ke daerah-daerah yang bermasalah, seperti masalah perumahan, kemacetan, banjir, dan pasar-pasar tradisional. Jokowi pun mengandalkan keahliannya dalam berkomunikasi bersama warga.

"Ya, pokoknya kita dapat masukan, dapat input banyak, dapat masalah, dapat problem yang harus diselesaikan. Kita ini kan baru proses-proses seperti itu," kata Jokowi, di Jakarta, Rabu (24/10/2012).

Bahkan, Jokowi berani memasang target bahwa pada pertengahan November tahun ini segala realisasi dari hasil tinjauannya turun langsung ke lapangan akan mulai terlihat masyarakat.

"Nanti, mungkin mulai bulan November akan ada realisasi-realisasi," kata Jokowi.

Ia pun memberikan contoh, misalnya saat ia melakukan peninjauan di Tanah Tinggi, di mana warganya mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses air bersih.
"Keluhannya air tidak naik, air tidak bersih, catnya sudah ini itu, ya kan nanti kita lihat ke sana lagi, yang kemarin sudah dicat atau belum," kata Jokowi.

Selanjutnya, awal November, ia juga berencana akan mengecek Rumah Susun Sementara Sewa (Rusunawa) Marunda.

"November awal kita cek sudah belum di Marunda, yang catnya sudah kayak begitu, lumutnya kayak begitu, sudah dicat atau belum. Nanti dicek pasti sudah realisasi," ujar Jokowi.

Jokowi pun mengatakan akan melakukan peninjauan ini setiap hari.

"Bukan sidak kok, tapi ya rahasia, ha-ha-ha," seloroh Jokowi.

Selain itu, kinerjanya ini juga akan menjawab beberapa nada miring yang menghampirinya. Jokowi kerap dikatakan sedang melakukan pencitraan terkait kegiatannya turun ke lapangan.

"Ya, biar saja, biar masyarakat saja yang menilai. Terima kasih sudah memberikan saya masukan dan input. Enggak apa-apa kalau saya dibilang pencitraan," ujarnya.