Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Jumat, 13 September 2013

Harga Kemeja "Blusukan" Jokowi Hanya Rp 43.000


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat memantau Waduk Ria Rio, Jakarta Timur.

Kemeja putih lengan panjang adalah kostum yang selalu digunakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat blusukan ke kampung-kampung. Tak banyak yang tahu, ternyata "harganya" hanya Rp 43.000.

Meski menjadi orang nomor satu di Jakarta, Jokowi tidak tergiur membeli kemeja mahal hingga ratusan ribu atau jutaan rupiah. Dia hanya membeli bahan kemeja di beberapa pasar di Solo ataupun di Jakarta, kemudian diserahkannya kepada penjahit langganannya untuk dijadikan kemeja.

Kain seharga Rp 25.000 ditambah ongkos menjahit seharga Rp 17.000 saja sudah cukup baginya mendapatkan kemeja putih yang khas saat blusukan.

"Bisa murah jahitnya karena banyak sekalian. Ndak sampai Rp 50.000 toh," ucap dia sambil tersenyum, saat diwawancara wartawan pada Jumat (13/9/2013).

Jokowi mengaku memiliki empat belas kemeja serupa di lemari pribadinya. Desain kemeja putih tersebut, kata dia, tidak mencontoh siapa-siapa.

Menurutnya, kemeja tersebut merupakan salah satu simbol kedekatannya dengan rakyat. Tentu berbeda jika ia blusukan mengenakan jas atau batik, seperti para pejabat negara kebanyakan.

"Kalau pakai baju ini lebih dekat dengan warga. Ini kan sama yang kayak dipakai masyarakat, jadi sama saja saya sama masyarakat," ucapnya.

Sumber: kompas.com