Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Selasa, 16 April 2013

Banyak Program Jokowi-Basuki Belum Menetas

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

Enam bulan sudah Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama memimpin Jakarta. Selama itu, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyadari bahwa banyak programnya belum terealisasi.

"Kalau menurut saya sama Pak Gubernur, memang banyak yang belum menetas. Tapi, sejak dilantik sebagai Gubernur dan Wagub, kami sudah tahu apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan kami lakukan. Itu yang kami lakukan saat ini," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (15/4/2013).

Walaupun banyak yang belum terealisasi, Basuki mengakui semua programnya sedang dalam proses. Basuki juga bersyukur karena memiliki Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI yang baik dan mau bekerja sama. Apabila masih ada dinas terkait yang dirasa lamban atau jalan di tempat, Basuki tak akan tinggal diam untuk melakukan penyegaran pada dinas tersebut.

Dalam menjalani roda pemerintahan, pria yang akrab disapa Ahok itu juga mengaku kalau ia bersama Jokowi kerap menemukan kendala. Seperti sebelum membangun rusun, harus dilakukan tender lelang, menambah unit bus juga harus ada tender lelang, dan sebagainya.

"Untuk mengatasi banjir, kalau harus menunggu JEDI (Jakarta Emergency Dredging Initiative), itu berapa lama selesainya kan? Nah, mending kita turunkan alat berat di sungai. Minimal sungai-sungai itu bisa mengalir lancar begitu lho. Kalau mengalir, otomatis sampah-sampah ikut terbawa," kata Basuki.

Selain itu, Basuki juga mengeluhkan sistem pelayanan terpadu satu pintu yang masih belum dapat terealisasi. Menurutnya, itu karena fiber optik yang belum dapat terpasang hingga ke seluruh kelurahan. Ia mengharapkan, program itu dapat selesai pada Juli mendatang.

Pemprov DKI juga telah memiliki solusi bagaimana menyelesaikan pelaksanaan program unggulan yang masih dalam tahap proses. Hanya, Basuki mengakui, butuh waktu yang tidak sebentar untuk melaksanakan program-program unggulan Jakarta Baru.

"Pelaksanaannya memang membutuhkan waktu. Seperti solusi pelayanan masyarakat, kuncinya ada di lurah dan camat untuk pengawasan RT RW. Kemudian, kita solusinya apa, ya melalui seleksi dan promosi terbuka. Kita lakukan seperti itu," ujar Basuki.

Sumber: kompas.com