Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 17 April 2013

Jokowi Bakal 'Sulap' Pulau Seribu Jadi Pusat Wisata DKI

Jokowi Bakal 'Sulap' Pulau Seribu Jadi Pusat Wisata DKI
(Liputan6.com/Danu Baharuddin)

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menjadikan kawasan Kepulauan Seribu sebagai salah satu pusat destinasi utama pariwisata di DKI Jakarta. Ia pun berencana akan berkeliling melihat langsung keindahan Kepulauan Seribu bulan depan.

"Awal bulan depan kesana. Karena ombaknya sudah turun. Sekarang ombaknya masih gede," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Jokowi menginginkan agar kawasan kepulauan Seribu yang saat ini sudah menjadi salah satu kawasan wisata alam ditata untuk menjadi salah satu pusat pariwisata di DKI Jakarta.

"Kita ingin merancang Pulau Seribu sebagai sentra wisata. Tapi mempunyai konsep perencanaan yang matang. Sehingga itu yang menjadi panduan kita bekerja," kata dia.

"Jangan sekarang sangat parsial sekali. Bangun sini dikit. Bangun sana dikit. Saya kira bekerja tidak seperti itu. Tapi harus ada makro desainnya yang jelas, masterplannya yang jelas," ujar mantan Walikota Solo tersebut.

Namun demikian, Jokowi mengaku belum menentukan apakah akan menyerahkan penataan kawasan Kepulauan seribu kepada pihak swasta atau akan dikelola langsung oleh Pemprov DKI.

"Baru rapat 2 kali, jadi belum tahu. Matangkan dulu, kan pemrakarsa ini harus mempunyai kemampuan finansial, harus punya pengalaman dan punya organisasi juga, harus bisa mem-back up," kata dia.

Sumber: liputan6.com