Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 30 Januari 2013

"Stand-up Comedy" Ala Basuki

"Stand-up Comedy" Ala Basuki
Selama ini Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dikenal sebagai pribadi keras dan tegas. Tak sedikit warga dan pegawai Pemprov DKI yang takut pada pembawaannya. Hal itu dapat dilihat dengan aksi-aksinya dan gaya nya dalam memimpin sebuah rapat.

Namun, suasana tegang itu tidak tampak pada pertemuan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Indonesia yang diselenggarakan pada Rabu (30/1/2013) petang ini di Balaikota DKI. Dengan standing microphone dan bergaya ala seorang comic atau komedian bergaya stand-up comedy, Basuki menceritakan asal-usul dan suka-dukanya selama sekitar 100 hari menjabat sebagai wakil gubernur.

"Sebetulnya, saya itu tidak berharap menang Pilkada DKI, biar persepsinya bagus. Penginnya sih, saya dapat nomor dua saja, tapi selisihnya tipis. Biar ketika ngomong di mana-mana, persepsi orang ke kita (Jokowi-Basuki) bagus," kata Basuki dengan muka ceria.

Mengetahui ia bersama pasangannya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memenangi Pilkada DKI 2012, Basuki justru kebingungan. Ia menyadari bahwa jabatan wakil gubernur membuatnya harus bekerja keras membangun Ibu Kota dengan sejuta permasalahan. Jika tugas itu gagal dilaksanakan, maka citra baik yang sudah dibangun sejak awal akan hilang.

"Ini kok sekarang jadi pusing ya, kami harus dan dipaksa kerja keras. Kalau tidak berhasil, kita runtuh. Percuma saja kalau pemimpin jujur, tapi rakyatnya tidak. Begitu pula kalau rakyatnya yang jujur, tapi pemimpinnya tidak jujur, ya bohong dong. Jadi, ya kami maju saja dengan kepercayaan diri kami," cerita Basuki.

Hari demi hari pun dilalui oleh Jokowi dan Basuki. Basuki mengatakan, ujian paling berat hingga hari ini adalah datangnya bencana banjir besar yang melanda Ibu Kota beberapa waktu lalu. Peristiwa itu menjadi pelajaran berharga bagi Basuki.

"Tos, selamat lewat satu bulan. Berarti masih ada 49 bulan lagi. Lolos juga Tahun Baru, all in ditutup jalan bahaya. Selamat, tahun 2012 sudah lewat. Eh, pas mau 100 hari, enggak tahu-tahunya kok malah banjir datang. Pas di situ aku stres sekali," kata Basuki seraya diikuti tawa para tamu undangan.

Saat banjir itu, Basuki mengaku telah ditugaskan oleh Jokowi untuk menanggulangi pengungsi banjir. Basuki mendapat tugas mengatasi dan mengawasi banjir di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara, sedangkan Jokowi mengawasi keadaan banjir di Jakarta Pusat, terutama saat perbaikan tanggul Kanal Banjir Barat yang jebol di Jalan Latuharhary.

"Pokoknya pas banjir itu gawat sekali. Sekarang, banjirnya sudah kering dan sudah selesai, minimal masih positif. Lewat banjir. Orang bilang, kami kerjanya rajin, padahal kami setiap hari selalu menghitung hari, ha-ha-ha," kata Basuki yang diikuti dengan menghela napas panjang.

Basuki mengaku bahwa saat ini berat badannya turun 3-4 kilogram. Dengan keadaan Jakarta yang membuatnya sering pusing itu, ia mengaku senang karena celana jeans lama miliknya justru dapat dipakai kembali karena sudah muat kembali. "Orang ngomong ke kita, kalau jadi kayak itu bikin stres. Ya memang benar, saya jadi kurus 3-4 kilogram, saya mesti beli ikat pinggang lagi yang kecil lagi sekarang. Tapi, saya senang celana jeans sudah muat lagi dan tidak perlu diet lagi, ha-ha-ha," canda Basuki dan lagi-lagi disambut gelak tawa dan tepuk tangan tamu undangan.

Tak sampai di situ, Basuki kembali melanjutkan kisah uniknya. "Orang bilang Jokowi-Ahok hebat. Bukan hebat, tapi ini semua 'kecelakaan'. Ini namanya garis tangan. Saya itu seumur hidup, baru masuk Pramuka, enggak pernah saya ikutan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) atau organisasi lainnya kok," ujarnya.

Basuki juga menceritakan saat-saat di mana ia lupa bahwa dirinya adalah seorang wakil gubernur. Kejadian itu pula yang membuat sejumlah wali kota menjadi salah paham dan ketakutan. "Saat saya kemarin mengurusi orang banjir. Wali kota datang, saya cepat-cepat saja menyambut dia. Ternyata, dia (wali kota) mau minta izin enggak bisa menemani saya meninjau banjir sampai sore. Terus saya lihat, kok wali kotanya ketakutan? Oh iya, ya, saya baru sadar kalau saya ini wakil gubernur," kata Basuki menutup ceritanya dengan diiringi tepuk tangan dari para undangan acara tersebut.

Sumber: kompas.com