Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 03 Januari 2013

Jokowi: Kalau saya sendiri yang kerja, saya percepat!

Jokowi: Kalau saya sendiri yang kerja, saya percepat!
jokowi ngopi. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengeluarkan teguran kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo karena terlambatnya pengesahan APBD. Menurut Jokowi, kenyataannya memang terlambat meski sudah bekerja menyelesaikan APBD siang dan malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mendagri Gamawan Fauzi melayangkan surat teguran kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Mendagri menegur keduanya karena hingga tanggal 28 Desember belum merampungkan pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD 2013.

Berikut ini penjelasan Joko Widodo kepada wartawan atas surat teguran dari Gamawan Fauzi.

Soal teguran Mendagri bagaimana?
Ya gimana memang kenyataannya terlambat.

Ada upaya percepatan pembahasan?
Percepatan bagaimana, kalau saya sendiri yang kerja, saya percepat!

Dengan DPRD?
Sudah, kita siang malam sudah. Emang dipikir kita kerja cuma siang saja, siang malam untuk dirampungkan. Tapi mulai Oktober sampai sekarang juga belum rampung. Tapi ingin agar pertengahan Januari rampung.

Kendala di mana pak?
Biasa, ada yang belum sinkron ada yang belum diperbaiki. Ada yang perlu dijelasin, ada yang perlu ditanyakan ya dijelaskan.

Ada pembahasan yang alot?
Nggak ada, nggak ada alot-alotan. Tapi memang perlu banyak yang dijelaskan.

Sudah sampai mana?
Kan tadi sudah sampai pembahasan.

Sudah berapa persen?
Haduh, kalau persentase berapa ya! Ini sudah pembahasan kok tinggal mungkin seminggu ini semoga sudah rampung.

Sumber : merdeka.com