Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Sabtu, 01 Desember 2012

Jokowi Ancam Pelajar Penyeleweng Kartu Jakarta Pintar

JPNN

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan bahwa penggunaan Kartu Jakarta Pintar (KJP) akan diawasi secara ketat. Secara berkala, Dinas Pendidikan DKI akan meminta keterangan dari siswa, guru dan orang tua murid terkait penggunaan dana bantuan pendidikan tersebut.

Ngontrolnya gampang. Nanti akan dikontrol, akan di-sampling ke anak, ke orang tua digunakan untuk apa aja kartunya, kata Jokowi usai acara peluncuran KJP di SMA Paskalis, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12).

Ia memaparkan, KJP dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan personal siswa seperti seragam, sepatu, buku, tambahan biaya gizi dan transport. Bahkan siswa tidak diperbolehkan untuk membayar iuran sekolah dengan KJP.

Bila ada siswa ataupun orang tua menggunakan KJP di luar ketentuan, maka Jokowi akan mengambil langkah tegas. Langsung dicabut nanti kalau dipakai buat beli tivi, ujar mantan Walikota Surakarta itu.

Lebih lanjut Jokowi berharap pemberian bantuan tunai langsung ala KJP itu dapat mendidik siswa untuk bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Sistem ini juga dinilai akan lebih tepat guna.

Kalau bentuknya uang kan nanti bisa fleksibel, kan anak kadang-kadang sudah punya baju, tapi butuh buku. Ada yang sudah punya buku, tapi butuh untuk transport, kartu ini memang digunakan untuk itu, terangnya.

Sekedar diketahui, Kartu Jakarta Pintar adalah kartu ATM Bank DKI yang diberikan kepada siswa yang dianggap tidak mampu oleh Pemprov DKI. Kartu ATM tersebut setiap bulan akan diisi sejumlah uang oleh Pemprov DKI. (dil/jpnn)

Sumber