Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Jumat, 30 November 2012

Sabtu, 01 Desember 2012 sekitar 3.008 Siswa akan Terima Kartu Jakarta Pintar

Sabtu Lusa, 3.008 Siswa Terima Kartu Jakarta Pintar
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Kartu Jakarta Pintar akhirnya akan diluncurkan pada Sabtu (1/12/2012) lusa. Sebanyak 3.008 siswa di Jakarta akan menerima kartu tersebut di hari yang sama.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, saat peluncuran tersebut, Kartu Jakarta Pintar (KJP) akan diserahkan secara simbolis kepada seratus anak di wilayah DKI Jakarta. "Sebanyak 3.008 siswa juga akan mendapatkan di hari yang sama," kata Taufik di Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Untuk tahun ini, KJP akan diberikan kepada 10.266 siswa SMA dan SMK. Jumlah tersebut untuk menutup angka partisipasi kasar yang mencapai 87,16 persen. "Tahun ini anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 37 miliar. Masing-masing anak akan mendapat uang operasional sebesar Rp 400.000 per bulan. Selain itu juga uang personal sebesar Rp 240.000 per bulan," kata Taufik.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan siap membagikan KJP langsung di lapangan. Jokowi mengatakan, pada hari peluncuran nanti, akan dibagikan sebanyak tiga ribuan lembar KJP. Mekanisme pembagian kartu ini tidak jauh berbeda dari pembagian Kartu Jakarta Sehat pada awal bulan ini. "Ada yang dengan mengumpulkan warga, ada juga yang door to door," kata Jokowi.

Jokowi enggan memberitahukan lokasi peluncuran KJP yang akan didatanginya. Yang pasti, ia akan mengunjungi sekolah-sekolah di perkampungan penduduk. "Sekolahnya mana, ya besok nanti saya sampaikan," kata Jokowi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jokowi akan membagikan KJP secara langsung di dua lokasi, yakni SMA Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk 1.657 siswa. Ia juga akan membagikan 1.066 kartu yang sama di SMA Paskalis, Kemayoran, Jakarta Pusat.

KJP merupakan salah satu program unggulan di bidang pendidikan hasil inisiasi pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah pimpinan Jokowi. Kartu ini berpihak pada peserta didik yang tidak mampu atau miskin dan sumber dananya dari dana rawan putus sekolah di masing-masing suku dinas pendidikan di Jakarta.

KJP diperuntukkan sebagai biaya penunjang kebutuhan personal, seperti uang transportasi, buku, sepatu, baju, gizi, dan lain-lain. Masing-masing siswa penerima akan memiliki KJP dalam wujud kartu anjungan tunai mandiri (ATM) Bank DKI dengan suntikan dana sekitar Rp 240.000 per bulan.

Tahun ini KJP hanya dibatasi untuk siswa di jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK). Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji pemberian kartu serupa untuk siswa di jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP).

Sumber : kompas.com