Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 28 Mei 2014

Ini Cara Jokowi-JK Hadapi Persaingan Internasional

Pasangan capres dan cawapres Joko Widodo (kiri) dan Jusuf Kalla berbicara di hadapan kader Nasdem dan ketua partai pendukung pada acara Rakernas II Partai Nasdem di Jakarta Utara, Selasa (27/5/2014). Rakernas ini untuk kesiapan pemenangan pilres Juli mendatang.

Untuk menghadapi persaingan di pasar internasional, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan memulai dengan membangun infrastruktur jika terpilih dalam pemilu presiden mendatang. Mereka akan membangun jalan baru sepanjang 2.000 kilometer dan memperbaiki jalan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Jokowi-JK juga akan membangun 10 bandara baru dan merenovasi bandara yang lama. Sebanyak 10 kawasan industri baru berikut pengembangan untuk hunian buruhnya akan dibangun. Rencana itu akan diikuti dengan membangun pasar tradisional sebanyak 5.000 pasar di seluruh Indonesia bersamaan dengan memodernisasikan pasar tradisional yang telah ada.

Hal itu tertuang dalam visi misi pasangan Jokowi-JK yang diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum ketika mendaftar sebagai peserta pemilu presiden.

Untuk investasi, Jokowi-JK menilai perlu menciptakan layanan satu atap dan efisiensi perizinan bisnis menjadi 15 hari. Sementara itu, untuk mendorong investor sektor hulu dan menengah, pasangan ini berencana meluncurkan insentif kebijakan fiskal dan non-fiskal.

Dalam visi misi juga tertulis, "Kami akan mendorong BUMN menjadi agen pembangunan, mendirikan secara khusus bank pembangunan dan infrastruktur".

Untuk memanfaatkan potensi yang belum tergarap, mereka merasa perlu meningkatkan anggaran riset untuk mendorong inovasi teknologi dan menjadikan instansi urusan hak cipta dan paten bekerja proaktif melayani inovator dan investor, membangun science and techno park di daerah-daerah, serta politeknik dan SMK dengan prasarana dan sarana teknologi terkini.

Sumber: kompas.com