Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Sabtu, 07 September 2013

Jokowi-Megawati Lengket di Rakernas, Sinyal Jadi Capres?

"Datang saja sama-sama. Itu sinyal," kata Panda Nababan.

Megawati dan Jokowi menghadiri Gerakan Nelayan Tani Indonesia di Muara Angke, Jakarta,April lalu.
Megawati dan Jokowi menghadiri Gerakan Nelayan Tani Indonesia di Muara Angke, Jakarta,April lalu. 

"Kan sudah lihat sinyal-sinyalnya dari kemarin. Datang saja sama-sama. Itu sinyal," kata Panda di arena Rakernas PDI Perjuangan, Ancol, Jakarta, Sabtu 7 September 2013.

Pantauan VIVAnews, Jokowi --sapaan Joko Widodo-- dalam Rakernas ini lengket dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Ketika Megawati beranjak meninggalkan arena, Jokowi pun turut berjalan di belakangnya.

Megawati menuntun Jokowi masuk ke dalam mobil Toyota Vell Fire hitam bernomor polisi B 2301 MT sekitar pukul 14.00 WIB. Jokowi pun segera masuk ke dalam mobil tersebut.

Namun, sayang, Jokowi tidak bersedia menjawab pertanyaan wartawan, mengapa dia bisa satu mobil dengan Megawati. Ia segera menutup kaca mobil mewah tersebut.

Dalam rakernas, para peserta juga mengelu-elukan namanya. Teriakan-teriakan seperti "Hidup Pak Jokowi" dan "Pak Jokowi Presiden 2014" terdengar berkali-kali.

Bahkan, oleh Megawati, Jokowi dipercaya membacakan "Dedication of Life" karya Presiden RI Pertama, Soekarno. Alasannya, Jokowi adalah salah satu simbol dari regenerasi partai.

Sinyal ini juga ditangkap Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, TB Hasanuddin. Dia mengatakan, kebersamaan Jokowi dengan Megawati menunjukkan indikasi tertentu, namun enggan mengatakan apakah indikasi itu terkait calon presiden partainya.

"Kami loyal kepada keputusan Ibu Mega dan juga partai. Cuma tunggu saja, nanti akan ada situasi yang mengarah ke sana," ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Panda. Dia mengatakan, walaupun kecenderungan masyarakat mengusung Jokowi, namun tetap Megawati yang memutuskan. "Forum Rakernas ini untuk dengar pendapat daerah. Tapi, kongres dan Rakernas (di Bandung) telah memutuskan kewenangan itu di tangan ketua umum," jelasnya.

Lebih lanjut, Panda mengatakan, pencapresan mantan wali kota Solo itu juga tergantung kepada kesiapan partainya. Ia berharap PDI Perjuangan mampu keluar sebagai pemenang dalam pemilihan legislatif (pileg) dengan suara minimal 20 persen atau persentase anggota DPR RI 25 persen.

"Kalau di bawah 20 persen, untuk mengusung presiden harus berkoalisi," tuturnya.

Fokus Jakarta

Meskipun sinyal-sinyal telah jelas, Jokowi mengelak. Dia mengatakan, soal politik tanyakan saja kepada ketua umum partai.

"Kalau politik, tanya ke Bu Mega. Tanya Ria Rio, Pluit, Tanah Abang, saya jawab. Kalau pertanyaan politik, betul-betul saya batasi," kata Jokowi.

"Saya, sampai detik ini, sampai sekarang, masih konsentrasi ke masalah Jakarta. Nggak ada pembahasan soal jadi capres," lanjutnya.

Sumber: viva.co.id