Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Selasa, 13 Agustus 2013

PM Norwegia Nyamar Sopir Taksi, Jokowi: Saya yang Duluan Blusukan

PM Norwegia Nyamar Sopir Taksi, Jokowi: Saya yang Duluan Blusukan
Perdana Menteri Norwegia, Jens Stoltenberg.


Juni lalu, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg menyamar sebagai sopir taksi di Oslo sebagai bentuk blusukan. Stoltenberg mengaku ingin mendengar langsung suara pemilih Norwegia yang mengutarakan pendapatnya secara jujur di taksi.

Ditanya apakah berpikir untuk mengikuti metode 'blusukan' PM Norwegia itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjawab, ia tidak perlu melakukan hal yang sama karena 'blusukan' telah ia terapkan sejak dulu dan merupakan hobinya.

"Ngikuti apa? Lah, duluan saya blusukannya kok. Hehehe," kata Jokowi itu di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (13/8/2013).

Politisi PDIP itu menilai penyamaran PM Norwegia tersebut merupakan tindakan yang cukup baik. Bahkan jika dia dapat mengetahui imajinasi harapan warga akan kotanya akan menjadi sesuatu yang luar biasa.

"O ya bagus dong. Artinya gini loh, jadi apapun lah, mau jadi sopir taksi, mau jadi sopir kopaja atau bajaj, nggak masalah. Intinya apa? Bisa mendengarkan langsung suara rakyat seperti apa. Kehendak rakyat seperti apa. Mungkin juga imajinasi masyarakat harus kita ngerti. Itu luar biasa kalau seperti itu," ujar Jokowi.

Bahkan walaupun tindakan menyamar sebagai sopir taksi itu untuk mendukung pencalonan Stoltenberg kembali, Jokowi menganggap hal itu adalah sesuatu yang wajar dan bahkan perlu. Sebab, untuk melakukan kampanye seorang calon pemimpin harus memahami lebih dulu keinginan-keinginan masyarakatnya.

"Oh, dia mungkin ingin membuat sebuah kampanye, yah harus ngerti keinginan dong. Kalau nggak ngerti, gimana dia mau kampanye? Ya baguslah, cara mendengar langsung seperti itu saya kira sangat bagus," kata mantan walikota Surakarta itu.

Sumber: liputan6.com