Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 11 Juli 2013

Jokowi Tak Mau Buru-buru Gelar Operasi Pasar

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tampak sedang membagikan kue tart kepada warga Pademangan, Jakarta Utara. Pembahian kue tart itu dalam ranfka HUT DKI jakarta ke-486 tahun, Sabtu (22/6/2013).

Gubernur DKI Joko Widodo enggan terburu-buru menggelar operasi pasar untuk mengendalikan harga kebutuhan DKI. Jokowi ingin memastikan operasi tepat sasaran.

"Masih menunggu. Saya maunya titik yang dituju, jelas. Kalau diserbu warga efeknya jelas, jangan cuma sekadar seperti seremoni aja," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Jokowi mengatakan, Pemprov DKI melalui Dinas UKMKMP atau Usaha Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan Jakarta telah melaksanakan operasi pasar di beberapa kelurahan dan kecamatan. Operasi itu dilakukan karena pihaknya telah mencermati kesiapannya.

"Seperti itu, artinya barang itu masuk ke sana harus memengaruhi, harus turun (harganya) kalo enggak, ya percuma kita," ucap Jokowi.

Sementara untuk subsidi, Jokowi mengaku telah mengetahui ada imbauan Kementerian Pertanian ke Pemprov DKI untuk menyubsidi harga daging sapi atau ayam sebesar Rp 20.000 per Kg. Tetapi, Jokowi melihat APBD terlebih dahulu. Apa Pemprov DKI punya cukup anggaran atau tidak.

"Kalau anggaran mencukupi, bisa masuk daging, masuk ke beras, ke komoditas lain. Sekarang ini masih dalam tahap kalkulasi, dihitung," ujar dia.

Sumber: kompas.com