Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 27 Juni 2013

Basuki: 10-20 Tahun ke Depan, Jakarta Berstandar Dunia

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Masalah lingkungan di Jakarta diakui Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama masih jauh dari baik. Meski begitu, Basuki meyakini 10 sampai 20 tahun ke depan, lingkungan Jakarta bisa menyamai standar dunia.

"Kalau kita memulai hari ini dengan dasar yang benar, mau dengan tekad mewujudkan Jakarta Baru yang bener-bener standar dunia tentang lingkungan, kita yakin 10 sampai 20 tahun ke depan ini akan terwujud," kata Basuki di Balai Agung DKI Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Untuk mewujudkan lingkungan Jakarta yang baik, Basuki tahu betul bisa saja dalam pelaksanaannya "bersenggolan", baik dengan orang dari kelas kecil maupun dengan orang-orang besar. Ia mengatakan tahu betul mengenai risiko tersebut.

"Kami tahu persis risiko yang kami lakukan, kami istilahnya menyenggol oknum melarat sampai oknum aparat, sampai oknum konglomerat. Di tengahnya ada oknum birokrat, oknum teknokrat," ujar Basuki.

"Makanya, kami dengan Pak Gubernur, minimal kita masih punya waktu 42 bulan untuk meletakkan dasar yang benar. Apa pun yang terjadi di 2017 bukan urusan kita. Yang penting Jakarta Baru harus punya dasar," tandas Basuki.

Sumber: kompas.com