Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Jumat, 14 Desember 2012

Joko Widodo Tokoh Publik Pilihan Versi SPS

Joko Widodo Tokoh Publik Pilihan Versi SPS
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapat penghargaan sebagai tokoh publik pilihan 2012 dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat. Bersama empat tokoh lain, Joko dinilai sebagai tokoh publik yang relatif bersih.

Penganugerahan penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum SPS Pusat Dahlan Iskan dalam acara The 1st SPS-Indonesia PR Summit 2012 di Yogyakarta, Jumat (14/12/2012). Selain Joko, empat tokoh lain yang mendapat penghargaan serupa yaitu Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, Rektor Universitas Paramadina Anies R Baswedan, Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla, dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Wakil Dewan Juri SPS Pusat Bambang Halilintar mengatakan, penetapan lima tokoh publik pilihan 2012 ini diputuskan oleh SPS Pusat bersama lima dewan juri. "Tokoh-tokoh yang terpilih adalah tokoh yang relatif bersih di mata publik," paparnya.