Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Selasa, 30 Juli 2013

Jokowi pusing PKL di Pasar Minggu kembali marak

Jokowi pusing PKL di Pasar Minggu kembali marak
Jokowi. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) geram dengan apa yang dilihatnya saat blusukan di Pasar Minggu. Jokowi kaget masih banyak pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di pinggir jalan.

"Bobol, kebobolan kita. Saya kaget kalau tadi ternyata ramai lagi. Padahal sebelumnya saya lihat di situ bersih, gimana mau turun repot nanti," ujar Jokowi usai buka puasa bersama wartawan di rumah dinasnya, Jakarta, Senin (29/7).

Jokowi berjanji selepas Lebaran Jakarta bersih dari para PKL. "Harusnya bersih itu harus dipertahankan, sekali terlambat nanti repot. Nanti ke depannya 6 bulan tungguin seperti itu pasti tidak keluar dan itu harus dijaga," tandasnya.

Menurut Jokowi , salah satu alasan PKL memilih berdagang di sembarang tempat karena konsumen akan lebih mudah menjangkau. Namun, hal itu malah mengganggu ketertiban umum, karena akan menimbulkan kemacetan akibat konsumen asal memarkir kendaraannya.

Jokowi lantas menyalahkan Satpol PP karena kurang tegas terhadap para PKL. "Kita akan menerapkan manajemen penjagaan lapangan semua yang ingin berdagang di dalam dan pembeli juga dan sekali ada salah satu pedagang yang keluar iya yang lain ikutan, Satpolnya kurang tegas," katanya.

Jokowi mengatakan, pemindahan PKL yang dilakukannya bukan untuk menzalimi mereka. Sebab, dia telah menyediakan tempat yang tepat bagi para PKL untuk berdagang.

"Kita tidak menggusur hanya memberi solusi, kalau gusur itu gak ada solusi ini ada solusinya dan yang sudah mendaftar di Tanah Abang Blok G sudah 300 dan sisanya 300 lebih," tegasnya.

Sumber: merdeka.com