Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 15 November 2012

Jokowi Ajak Warga Budayakan Hidup Bersih

Jokowi Ajak Warga Budayakan Hidup Bersih
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, memerhatikan pasukan saat memimpin apel Siaga Bencana Banjir di Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2012).
 Apel yang juga diikuti elemen-elemen lainnya tersebut untuk menunjukkan kesiapan Jakarta dalam menghadapi bencana banjir.


Akhir-akhir ini Jakarta sudah mulai diguyur hujan deras. Bencana banjir yang sudah menjadi langganan Jakarta sudah mulai mengancam Ibu Kota.

Untuk mengatasi ancaman bencana musiman itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta kepada Ketua RT dan Ketua RW untuk dapat menggerakkan masyarakatnya dalam berpartisipasi membudayakan hidup bersih. Jokowi ingin agar perangkat terkecil ini mendorong adanya kegiatan kerja bakti, membersihkan sampah di selokan, dan sebagainya.

"Kalau Pak RT dan Pak RW bisa menggerakkan warganya agar selokan bebas sedimen dan sampah, lingkungan bisa bebas banjir. Kerja bakti juga minimal dua minggu sekali, kerja bakti dari sampah dan sedimen. Kalau enggak, air akan membeludak," kata Jokowi ketika mengunjungi permukiman kumuh di Cideng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2012).

Jokowi mengatakan, upaya menghindari terjadinya banjir ini juga perlu dilakukan oleh warga. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya tersebut karena pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bisa bekerja sendirian mengatasi banjir.

"Saya ini juga baru seminggu dua minggu jadi gubernur, terus (diminta) enggak ada banjir, ya sulit. Kemarin waktu bicara dengan Kementerian PU dan gubernur sekitar, mereka berikan dukungan penuh agar Jakarta tidak kena banjir lagi. Saya ini ngomong di mana pun biar program ini diketahui total oleh masyarakat. Masyarakat juga harus ikut berpartisipasi," kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan akan mengajak warga dalam kegiatan penghijauan agar Ibu Kota tampak berubah. Kegiatan tersebut akan dilakukan pada bulan Desember 2012.

"Kalau semuanya bergerak untuk mengatasi banjir, kurang lebih bisa menghilangkan sampai 40 persen persoalan banjir. Tapi kalau saya lihat manajemen kontrolnya lebih baik, kalau dari sisi jumlah sudah memenuhi semua peralatannya, seperti truk sampah dan sebagainya," ujarnya.

Selain warga, Jokowi akan menggerakkan aparat pemerintah, misalnya Dinas Pekerjaan Umum, untuk menambah alat pengeruk sampah dan juga membersihkan selokan besar. "Itu bagian saya menggerakkan aparat agar sesering mungkin datang dengan alat-alat yang ada. Masyarakat kerja bakti, kita siapkan plastik untuk mengangkat sampah ke tempat pembuangan sampah. Memang partisipasi masyarakat diperlukan karena Pemda tidak bisa berdiri sendiri," kata Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi juga telah menyelenggarakan apel siaga banjir di Lapangan Monas untuk melihat kesiapan aparat dalam menghadapi banjir. Ia juga telah mengunjungi daerah rawan banjir, seperti Bukit Duri dan Kampung Melayu. Saat itu, ia senang melihat aparatnya siaga menghadapi banjir.

Sumber : kompas.com