Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Jumat, 31 Januari 2014

Jokowi: Wartawan Asing Heran, Kok Gubernur Wajahnya kayak Gini......


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan tidak begitu mengetahui mengapa belakangan ini banyak media asing yang ikut meliput kegiatannya, baik di Balaikota maupun saat blusukan.

"Ya saya tidak tahu. Biasa saja. Tidak ada tanggapan. Mereka datang sendiri-sendiri ke sini meliput," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balaikota, Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Jokowi menduga, kehadiran media asing yang meliput kegiatannya lantaran mereka heran ada sosok gubernur seperti dirinya yang justru diakuinya sendiri bahwa setelannya tidak cocok sebagai gubernur.

"Yah, kelihatannya wajah saya, kok gubernur wajahnya kayak gini, harusnya kan harus tegap," kata pria yang berperawakan kurus ini.

Sejak dirinya menjabat, setidaknya sudah ada lima media asing yang menyambangi Jokowi, baik di Balaikota maupun saat blusukan. Media asing yang pernah meliput Jokowi ialah New York Times, Bloomberg, Asahi Shimbun, Al Jazeera, dan terakhir TV2.

Alasan sejumlah media asing meliput Jokowi ialah karena cara kepemimpinannya yang berbeda dari pemimpin-pemimpin Jakarta sebelumnya, yang lebih sering turun menemui masyarakat ketimbang bekerja di kantor.

Sumber :kompas.com