Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Kamis, 19 September 2013

Jurnalis Perancis Tanya Pencapresan Jokowi kepada Basuki

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, saat memasuki ruangan kerja usai pelantikan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2012). Jokowi-Ahok terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017.

Lima jurnalis asing menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota DKI Jakarta. Di sela-sela perbincangan tentang Indonesia, jurnalis France Daily, Thierry Robert, mempertanyakan tentang kemungkinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo maju capres pada Pilpres 2014.

Mendengar pertanyaan tersebut, Basuki terlihat tersenyum. "Kami belum tahu, masih tergantung partai," kata Basuki, Rabu (18/9/2013).

Basuki menjelaskan kalau pimpinan partai tempat Jokowi bernaung, PDI-Perjuangan, merupakan anak dari Presiden pertama RI Soekarno. Keputusan Jokowi untuk maju menjadi presiden ada di tangan pimpinan PDI-Perjuangan, yaitu Megawati Soekarnoputri.

Basuki mengakui, apabila Jokowi maju dalam Pilpres 2014, ia akan menduduki kursi orang nomor satu di Indonesia. Otomatis, yang menggantikan Jokowi sebagai Gubernur di Jakarta adalah wakilnya, yaitu Basuki, agar program-program tetap berjalan. 

"Saya kira malah bagus kalau Pak Gubernur jadi presiden karena kita dan warga Jakarta kan kenal dengan presidennya, hahahaha," kata Basuki seraya tertawa.

Basuki menceritakan kepada para wartawan asing itu kalau pemilih di Jakarta sudah pintar dan rasional. Mengapa ia bisa mengatakan hal seperti itu, karena saat berlaga di Pilkada DKI 2012, Jokowi-Basuki bukanlah warga asli Jakarta. Mereka memiliki pesaing berat, yaitu pasangan incumbent, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, yang asli Betawi.

Rahasia kemenangan mereka di Pilkada DKI 2012 karena masyarakat memilih calon yang sudah punya track record bagus dan tidak memainkan politik uang. Ia menceritakan, apabila biasanya politisi memberikan uang dan kaus kepada simpatisan agar mau memilih mereka, Jokowi-Basuki malah disumbang oleh para simpatisan untuk membuat seragam kampanye. Selain itu, pria yang akrab disapa Ahok tersebut juga mempromosikan soal keterbukaan anggaran yang dapat dilihat melalui website

Terkait kedatangan jurnalis lima negara itu, Basuki menjelaskan maksud kedatangan mereka untuk mengenal Indonesia lebih dalam. Saat ini, sebagian besar persepsi masyarakat dunia adalah Indonesia negara yang tidak nyaman dan aman.

Basuki pun menyampaikan kepada mereka bahwa Indonesia, terutama Jakarta, juga memiliki fasilitas publik yang baik, seperti museum, pusat belanja, dan arena olahraga. Bahkan, politisi Gerindra itu juga sempat menyinggung mengenai Pasar Tanah Abang yang merupakan pusat grosir terbesar di Asia Tenggara.

"Shopping juga banyak di Tanah Abang, tapi memang yang harus diberesin masih banyak. Preman-preman harus diberesin," kata Basuki.

Sumber: kompas.com