Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Minggu, 18 Agustus 2013

Rakernas PDIP Bakal Deklarasikan Jokowi Jadi Capres?

Rakernas PDIP Bakal Deklarasikan Jokowi Jadi Capres?
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Ancol, Jakarta Utara, pada 5-7 September 2013 mendatang. Acara tersebut akan diikuti oleh sekitar 1.800 pengurus PDIP seluruh Indonesia.

"Nanti ada pidato politik Ibu Mega pada pembukaan Rakernas pada tanggal 6 September di Ancol. Yang dikuti lebih kurang 1.800 pengurus PDIP se-Indonesia tingkat kota, kabupaten, provinsi, fraksi MPR, fraksi DPR seluruh Indonesia pada tanggal 5,6,7 september nanti," Kata Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo di Kantor DPP PDIP, Sabtu (17/8/2013).

Dia menjelaskan, pada kegiatan Rakernas lalu, PDIP telah memberikan kuasa penuh kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menunjuk salah satu kader terbaiknya maju sebagai calon presiden. Apakah Jokowi yang bakal ditunjuk? Tjahjo mengaku tidak tahu.

"Kami tidak tahu apakah dalam forum rakernas akan muncul masukan dari pengurus cabang dan DPD. Tapi kalau partai, mekanisme kita tidak ada konvensi. Mekanismenya sejak 2 tahun lalu diserahkan ke forum rakernas untuk penetapan capres," jelasnya.

Menurut dia, momentum deklarasi capres, kapan pelaksanaanya, siapa nanti yang dicalonkan apakah Ibu Mega atau calon yang lain atau Jokowi atau yang lainnya, pasangan siapa wapresnya diserahkan kepada Bu Mega.

"Entah forumnya apa. Apakah rapim atau rakernas kembali. Awal tahun depan atau setelah pileg. Kami belum tahu," imbuh Tjahjo.

Namun, lanjut dia, yang pasti hingga saat ini PDIP belum memutuskan siapa yang akan menjadi capres untuk Pilpres 2014 mendatang karena masih akan fokus untuk memenangi pemilu legislatif terlebih dahulu.

"Kita tunggu pada momentum yang tepat (untuk deklarasi). Hasil rakernas pertama diserahkan kepada Ibu Ketum pada 2 tahun lalu. Tentu Ibu (Mega) mencermati setiap gelagat perkembangan dinamika yang ada. Soal siapa nanti yang akan diputuskan tentunya kalau yang kami tangkap akan melihat dulu bagaimana perolehan suara kursi hasil pileg," tutup Tjahjo.

Sumber: liputan6.com